Depok Rambah Dunia Kedirgantaraan

KETRAMPILAN: Siswa SMKN 4 Dirgantara Depok sedang membuat peta topografi dengan menggunakan kompas dalam kegiatan MPLS.
KETRAMPILAN: Siswa SMKN 4 Dirgantara Depok sedang membuat peta topografi dengan menggunakan kompas dalam kegiatan MPLS.
KETRAMPILAN: Siswa SMKN 4 Dirgantara Depok sedang membuat peta topografi dengan menggunakan kompas dalam kegiatan MPLS.

POJOKSATU.id, DEPOK – SMKN 4 Dirgantara Depok yang berlokasi di kawasan Kecamatan Tapos, menawarkan suasana baru untuk dunia pendidikan di Kota Depok. Jurusan di SMKN 4 Dirgantara Depok, merambah pada dunia penerbangan. Tetapi, dunia penerbangannya lebih mengarah pada kompetensi Elektronika Pesawat Udara dan Pemerliharaan Elektronika Pesawat Udara.

Plt Kepala SMKN 4 Dirgantara Depok, Rochmatul Cholil mengatakan, bidang keahlian di sekolah tersebut adalah Teknoloigi dan Rekayasa, dengan program studi Teknik Pesawat Udara. Di tahun ajaran pertamanya ini, SMKN 4 Dirgantara Depok telah memiliki 74 siswa.

“Sekolah kedirgantaraan ini, untuk mengenalkan kepada masyarakat Kota Depok, tentang dunia penerbangan. Karena, dunia penerbangan memiliki prospek yang bagus untuk kedepannya,” ucapnya kepada Radar Depok.

Cholil menuturkan, sekarang ini saja, kebutuhan dunia kerja di kedirgantaraan membutuhkan sekitar 600 pekerja tiap tahunnya. Dan kebutuhan tersebut baru tercapai separuhnya saja. Oleh karena itu, dirinya yakin, dengan adanya SMKN 4 Dirgantara Depok bisa ikut berperan dalam memajukan dunia kedirgantaraan melalui dunia pendidikannya.


“Tenaga pengajarnya atau pendidiknya, tentu akan melibatkan banyak pihak yang memang bergerak dalam dunia kedirgantaraan. Selain itu, beberapa guru elektro juga akan mengikuti pelatihan tentang kedirgantaraan, karena sudah memiliki dasar kompetensi yang diajarkan,” jelasnya.

Pekan lalu, siswa tahun ajaran 2015 – 2016, mengikuti serangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Dimana dalam kegiatan tersebut, siswa diajak untuk mengenal lebih dalam tentang kedirgantaraan. Misalnya dengan melatih kedisiplinan siswa, dengan Latihan Kedisiplinan Baris Berbaris (LKBB).

Selain itu, siswa juga diperkenalkan tentang pionering, tali temali dan berbagai ketrampilan lainnya. Tetapi, yang unik adalah tentang peta kompas topografi. Siswa, pertama-tama diajarkan tentang bagaimana menggunakan kompas dalam sebuah peta topografi. Membuat sebuah peta yang menggambarkan kondisi sekolahannya.

“Hari kelima, siswa diajak untuk menelusuri perjalanan ke SMKN 1 Depok dari SMKN 4 Dirgantara Depok. Mereka melakukan simulasi, mencari titik koordinat sebuah pesawat yang jatuh. Jadi, mereka melakukan penelitian dari ketrampilan yang didapatkan selama mengikuti MPLS,” tuturnya. (peb/radardepok)