Kualitas Revitalisasi Posyandu Dinilai Baik

PAPARKAN: Ketua TP PKK Kota Depok, Nur Azizah Tamhid, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Lies Karmawanti dan Plt Kepala BPMK, Widyati Riyandani memaparkan revitalisasi Posyandu di depan tim Rechecking Revitalisasi Posyandu bagi Kepala Daerah Tingkat Provinsi, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK– Tim Recheking Anugerah Revitalisasi Posyandu bagi Kepala Daerah tingkat provinsi menyambangi Pemkot Depok, kemarin. Mereka mengecek pencapaian revitalisasi Posyandu yang telah dijalankan Kota Depok, hasilnya beberapa program revitalisasi posyandu seperti peningkatan kualitas dan kwantitas kader dinilai baik.

PAPARKAN: Ketua TP PKK Kota Depok, Nur Azizah Tamhid, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Lies Karmawanti dan Plt Kepala BPMK, Widyati Riyandani memaparkan revitalisasi Posyandu di depan tim Rechecking Revitalisasi Posyandu bagi Kepala Daerah Tingkat Provinsi, kemarin.
PAPARKAN: Ketua TP PKK Kota Depok, Nur Azizah Tamhid, didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Lies Karmawanti dan Plt Kepala BPMK, Widyati Riyandani memaparkan revitalisasi Posyandu di depan tim Rechecking Revitalisasi Posyandu bagi Kepala Daerah Tingkat Provinsi, kemarin.

            “Sejak decade 2000. Posyandu mulai ditinggalkan, untuk mengembalikan fungsinya yang penting, pemerintah Jawa Barat berkomitmen untuk merevitalisasi Posyandu,” ungkap Ketua Tim Penilai Rechecking Provinsi Jabar, Budi Setiadi.

Hasilnya pun, kini perkembangan peranan posyandu di setiap wilayah di Jawa Barat sudah berajalan dengan baik. Bahkan di depok menurutnya disetiap RW di Kota Depok telah memiliki Posyandu, pertumbuhannya posyandu di depok bahkan kini menurutnya telah mencapai 1.002 posyandu.

“Depok seperti tahun sebelumnya telah melakukan yang terbaik untuk pertumbuhan posyandu, tetapi yang paling penting peranan posyandu ditiap wialyah dapat berjalan optimal,”  terangnya.

Posyandu yang telah ada ini menurutnya, harus sampai ke tingkat paling bawah karena bukan tidak mungkin masih ada masyarakat yang belum tersentuh posyandu. “Kelompok marijinal yang secara perekonomian dapat dikatakan tidak mampu seharusnya dapat tersentuh,” ujarnya.


Walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail mengatakan, revitalisasi posyandu ini merupakan hal penting untuk terus ditingkatkan, bahkan di 2016 dia menargetkan 70 persen Posyandu harus mandiri.

“Dalam tahun ketahun penduduk di Kota Depok terus bertumbuh, bahkan tahun ini telah mencapai hampir 2,5 juta jiwa, seiring dengan pertambahan jumlah penduduk tersebut makan harus diiringi dengan penambahan jumlah Posyandu,” ungkapnya.

Plt Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (BPMK) Kota Depok, Widyati Riyandani menambahkan, tahun ini Kota Depok mencoba menambah jumlah kader posyandu yang ada. “Kader merupakan ujugn tombak kami, dari jumlah yang ada. tahun ini kami menargetkan penambhan 1000 kader posyandu,” tutup perempuan yang kini secara definitif menempati posisi sebagai asisten adminstrasi tersebut.(bry/radardepok)