Camat Asep : Rotasi Pejabat Itu Pengabdian

PERPISAHAN : Camat Cipayung, para lurah dan aparatur di Kecamatan Cipayung saat lepas sambut di rumah makan Warung Jambu Batu, Kelurahan Rangkepanjaya, Pancoran Mas, Kamis (6/8).
PERPISAHAN : Camat Cipayung, para lurah dan aparatur di Kecamatan Cipayung saat lepas sambut di rumah makan Warung Jambu Batu, Kelurahan Rangkepanjaya, Pancoran Mas, Kamis (6/8).
PERPISAHAN : Camat Cipayung, para lurah dan aparatur di Kecamatan Cipayung saat lepas sambut di rumah makan Warung Jambu Batu, Kelurahan Rangkepanjaya, Pancoran Mas, Kamis (6/8).

POJOKSATU.id, CIPAYUNG – Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus bersedia ditempatkan di mana saja. Ketika ada rotasi pejabat ke instansi berbeda adalah sebuah tanggung jawab dan merupakan sebuah pengabdian. Hal tersebut diucapkan Camat Cipayung, Asep Rahmat saat mengadakan lepas sambut aparatur kecamatan di rumah makan Warung Jambu Batu, Kelurahan Rangkepanjaya, Pancoranmas, Kamis (6/8).

Dalam rotasi pejabat akhir Juli kemarin, lurah Bojong Pondok Terong (Boponter) yang semula dijabat Mangguluang Mansyur digantikan  Bachtiar Satria Buana yang sebelumnya menjabat sebagai Lurah Grogol Kecamatan Limo, dan Kasi Pemerintah Kecamatan Cipayung yang baru Edi Aryadi menggantikan Sri Hartati yang dirotasi ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag).

Asep mengatakan, perubahan atau rotasi jabatan di lingkungan pemerintahan adalah sesuatu yang biasa dan pasti dilakukan. Selain itu, lanjut dia, perubahan ini tentunya sudah melalui beberapa pertimbangan pemerintahan Kota Depok,  untuk mengisi kekosongan jabatan atau  memaksimalkan potensi yang dimiliki aparatur di tempat yang baru. “Serah terima jabatan adalah serah terima tanggung jawab. Begitu juga dengan lepas sambut berkaitan dengan tanggung jawab. Ini bentuk pengabdian,” kata Asep.

Ia mengucapkan, terima kasih kepada Mangguluang Mansur dan Sri Hartati yang sudah bekerja sama selama ditugaskan di Kecamatan Cipayung dan selamat datang untuk Bachtiar Satria Buana dan Edi Aryadi. “Saya mengharapkan agar yang baru datang bisa cepat beradaptasi dan silaturahim di lingkungan,” ucapnya.


Asep juga meminta agar kepada lima lurah untuk meluangkan waktunya untuk terjun langsung ke masyarakat. Khusunya, kepada lurah Bopoter, Bahctiar Satria Buana yang baru menjabat di kelurahan tersebut. Sebab, dengan melakukan pendekatan ke warga, aparatur dapat mengetahui permasalahan apa saja yang ada. Sehingga bisa menjalankan dan membuat program sesuai dengan kebutuhan serta permasalahan yang ada di lingungan. “Kebanyakan tugas sebagai lurah di kantor 30 persen. Untuk di luar kantor 70 persen, agar lebih dekat dengan masyarakat,” tuntasnya.

Sementara Lurah Bopoter, Bachtiar Satria Buana mengatakan, untuk tahap awal, dia akan silaturahmi ke Ketua RT/RW, tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk meminta dukungan dan restu. Selain itu, dia juga akan terus berkoordinasi dengan Mangguluang Mansur untuk mengetahui program yang belum berjalan dan perlu dipertahankan.  “Saya sudah tiga tahun menjadi Lurah Grogol dan siap menjalankan pelayanan di kelurahan ini. Tentunya perlu dukungan dari semua elemen di Boponter,” tuturnya. (cky/radardepok)