Masuk Tim Pemenangan, Demokrat Akan All Out

BERSATU: Fungsionaris Partai Demokrat Edi Sitorus (kanan) bersama calon wakil walikota Depok Pradi Supriatna.

BERSATU: Fungsionaris Partai Demokrat Edi Sitorus (kanan) bersama calon wakil walikota Depok Pradi Supriatna.

POJOKSATU.id, DEPOK – DPC Partai Demokrat Kota Depok akhirnya masuk ke dalam tim pemenangan yang dibentuk Partai Gerindra dan PKS.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan DPC Demokrat Depok, Edi Sitorus, menyatakan, partainya telah menentukan arah dukungan kepada calon walikota dan wakil walikota Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna pada pemilihan kepala daerah 2015 dengan berbagai pertimbangan.

“Jadi tugas kami bersama adalah bagaimana memenangkan Idris Abdul Shomad dan Pradi Supriatna. Kami (Demokrat, red) siap all out,” ujar Edi Sitorus kepada Radar Depok, kemarin.

Saat ini, lanjut dia, Demokrat bersama Gerindra dan PKS tengah mempersiapkan format guna pemenangan calon yang didukung. “Kami menyatukan visi-misi, konteksnya adalah tim pemenangan. Jadi Demokrat pun sudah melakukan rapat konsolidasi bersama Gerindra dan PKS pada Minggu (2/8) malam. Kita semua partai koalisi masuk dalam tim pemenangan yang membuat konsep konsolidasi hingga pembentukan saksi. Selain itu, masing-masing partai koalisi punya format tersendiri yang nantinya disesuaikan dengan format tim pemenangan Idris-Pradi,” ulasnya.

Edi melanjutkan, sebagai calon Idris dan Pradi harus sering turun ke masyarakat. Agar tak hanya dikenal masyarakat secara sekilas, tetapi juga didalami lebih jauh. ”Di samping tim pemenangan, para calon harus sering turun ke masyarakat, sosialisasi. Sehingga masyarakat mengenal secara utuh,” katanya.

Ketua Fraksi Demokrat di DPRD Depok ini mengaku sudah tak menyangsikan popularitas Idris dan Pradi, terutama oleh masyarakat. Meski demikian itu belum cukup. Keduanya, lanjut Edi, harus lebih membuka diri kepada siapa pun.

”Idris sebagai wakil walikota (saat ini, red) sering bersosialisasi, dan Pradi sempat mencalonkan diri di pilkada sebelumnya (2010, red) serta di pileg (2014). Keduanya sudah dikenal, jadi sekarang tinggal lebih maksimal, mereka harus membuka diri kepada siapa pun,” tukas Edi. (ret/radardepok)

Feeds