Damkar Bojongsari Sebar Stiker

 

RICKY / RADARDEPOK SOSIALISASI : Anggota UPT Damkar Bojongsari saat memasang stiker di RT1/5 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, kemarin.

SOSIALISASI : Anggota UPT Damkar Bojongsari saat memasang stiker di RT1/5 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, kemarin.

POJOKSATU.id, BOJONGSARI – Unit Pelaksana Teknis Pemadam Kebakaran (UPT Damkar) Bojongsari menyebar stiker, kemarin. Dalam stiker tersebut  tertera no telepon bila ada bahaya kebakaran yang dapat dihubungi di wilayah Kecamatan Sawangan dan Bojongsari.

Anggota Regu B UPT Damkar Bojongsari, Sahlani mengatakan, hal ini dilakukan berdasarkan instruksi pimpinan dan disebarkan kebeberapa wilayah di Kecamatan Sawangan dan Bojongsari. “Tujuannya agar masyarakat tahu nomor telepon untuk menghubungi kami saat terjadi kebakaran,” kata Sahlani usai menempel stiker di RT1/5 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari, kemarin.

Dia menambahkan, ketika masyarakat menghubungi Damkar, yang penting adalah alamat yang jelas, untuk memudahkan mencari lokasi sehingga tiba dengan cepat. “SOP kami 15 menit sampai TKP, jadi harus jelas alamatnya,” tandasnya.

Sementara, Kasubag TU UPT Damkar Bojongsari, Djoko Setiono mengatakan, dengan adanya nomor telepon yang diketahui masyarakat, sehingga tidak perlu mendatangi ke markar Damkar. “Sampai saat ini masih ada yang datang ke markas, sebenarnya bisa langsung menghubungi ke nomor telepon kami,” kata dia.

Dia melanjutkan, selain untuk mewujudkan menuju Kota Depok yang aman dari kebakaran dan bencana lainnya. Pihaknya juga ingin menyosialisasikan bahwa untuk memanggil pemadam, tidak dipungut apapun dalam menjalankan tugasnya. “Masyarakat tidak mau memanggil pemadam, karena ada yang bilang kalau pemadam bayar, padahal tidak. Kami ingin image itu dihapuskan,” paparnya.

Dia menambahkan, ketika ada kebakaran, Damkar juga sudah memiliki mitra di tiap kelurahan yakni Satuan Relawan Kebakaran (Satlakar), sehingga masyarakat bisa menghubungi anggota satlakar, kemudian satlakar menghubungi Damkar. “Biasanya anggotanya ketua RT/RW dan pemuda. mereka juga sudah pada punya APAR (Alat Pemadam Api Ringan),” katanya.

Salah seorang warga RT1/5 Kelurahan Bojongsari, Rudi Handoko menyambut baik apa yang dilakukan UPT Damkar Bojongsari. Sebab, kata dia, hal ini menunjukan perhatian dari Damkar. “Jadi masyarakat tahu ke mana harus menghubungi kalau ada apa-apa. Orang bingung mau telepon kemana, kalau ada kebakaran ya paling pakai karung basah dan ember sama warga,” tuntas dia.(cky/radar depok)

Feeds