Sahabat Setu Bersihkan Gulma

POJOKSATU.id, BOJONGSARI – Gulma yang berkembang pesat di Situ Bojongsari membuat sepertiga situ tersebut tertutup gulma. Kemarin, Komunitas Sahabat Setu berinisiatif membersihkan gulma dari situ tujuh muara yang terdapat di RT2/12 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari. Sayang, minimnya peralatan membuat anggota Komunitas Sahabat Setu terpaksa mengangkat gulma menggunakan tangan dan alat seadanya.

Ketua Komunitas Sahabat Setu, Amirulloh mengatakan, aksi kali ini fokus pada pengangkatan gulma yang sudah banyak menutupi perairan situ. Menurutnya, selain tidak indah dilihat, juga dikhawatirkan gulma semakin tumbuh pesat dan menutupi seluruh situ. “Tidak hanya gulma tetapi banyak ditemui sampah seperti botol plastik minuman, plastik, pempers dan lainnya,” kata Amir kepada Radar Depok.

Hal ini dikarenakan sebentar lagi akan memasuki musim hujan yang dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan kepadatan dan penyumbatan di Inlet atau outlet Situ Bojongsari. Hal ini sesuai dengan visi dari Sahabat Setu, yaitu menjaga dan melestarikan situ sebagai salah satu aset daerah yang tidak boleh hilang atau beralih fungsi, karena situ memiliki fungsi penting sebagai daerah serapan dan cadangan air. “Saya berharap aksi Sahabat Setu didukung seluruh elemen dan anggota bisa terus konsisten dan berkelanjutan menjaga kelestarian situ,” terang Amir.

Dia berharap kedepan ada respon dari pemerintahan atau para donatur dan para aktivis pro lingkungan agar bisa bersinergi. “Kami membutuhkan bantuan dari pemerintah, kalau kami sendiri waktu sebulan juga tidak akan cukup,” tukasnya.

Abang Depok berbakat 2015, M. Fajar Suryana yang juga pengurus Sahabat Setu asli pemuda bojongsari itu menyambut positif apa yang dilakukan rekan-rekan di komunitasnya, karena dapat menyadarkan semua orang untuk peduli terhadap lingkungan.

Menurutnya, aksi semacam itu harus terus dilakukan secara berkelanjutan, sebab selain untuk membersihkan situ, aksi tersebut juga bisa menjadi sebuah sindiran bagi pemerintah yang kurang peduli akan kelestarian situ. “Pemerintah seharusnya bisa lebih membuka mata akan hal ini, karena situ merupakan salah satu area prioritas yang harus dijaga selain hutan dan sungai,” geramnya.

Dia melanjutkan, melihat Kota Depok sudah sangat padat dan sulit mencari resapan air, jadi kalau situ saja sudah tidak ada, bagaimana mencukupi kebutuhan air bersih, terlebih saat musim kemarau. Tentu saja bukan hanya pemerintah, tapi sebagai masyarakat harus memiliki rasa memiliki dan peduli kepada lingkungan agar tetap nyaman dan layak ditempati,” tuntasnya.

Sementara Pembina Komunitas Sahabat Setu, Paryono mengatakan adanya masalah-masalah seperti ini salah satu alasan dibentuknya Sahabat Setu.

Dia melanjutkan, kepedulian ini harus direspon pemerintah di mana saat ini sangat minim perhatiannya. Kata Yono, aktifis lingkungan hidup seperti Sahabat Setu tidak perlu digaji, tetapi lebih kepada penyediaan fasilitas untuk menjaga kelestarian situ. “Ini termasuk dalam program kerja kami, keprihatinan terhadap situ, jangan sampai sedikit-sedikit situ hilang,” tutupnya. (cky)

PEDULI : Anggota Sahabat Setu sedang membersihkan gulma  Situ Bojongsari di RT2/12 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari.

PEDULI : Anggota Sahabat Setu sedang membersihkan gulma Situ Bojongsari di RT2/12 Kelurahan/Kecamatan Bojongsari.

 

Feeds