28 Warga Terjangkit HIV

DATA-HIV

POJOKSATU.id, MARGONDA – Seseorang berperilaku menyimpang sangat beresiko terinveksi HIV. Selain itu, orang yang mengalami Infeksi Menular Seksual (IMS) resiko inveksinya lebih besar dibandingkan orang yang tidak punya kasus IMS. Karena akan muncul luka pada bagian kelamin yang memudahkan virus masuk. Hal itu disampaikan Kabid Pencegahan dan Pengendalian Dinkes Kota Depok, Agus Gojali, senin (8/6/15).

Meski begitu lanjut Agus, secara medis inveksi tersebut mudah disembuhkan sepanjang pengidap secara rutin melakukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai arahan dokter umum maupun spesialis.

“Perilaku hubungan seksual menyimpang harus dihindari,” ucap Agus.

Diketahui, IMS disebabkan bakteri yang ditularkan person to person melalui hubungan seks. Penyakit itu menyerang kelamin (Laki-laki dan perempuan) akan terinveksi bila tidak segera diatasi.

“Kami sudah temukan kasus IMS ini, ada penderita berasal dari ibu rumah tangga yang tertular karena suaminya. Mayoritas sipilis,” tutur Agus.

Agus menilai, semua orang beresiko kena HIV. Maka sebagai pencegahan, Dinkes membebaskan alias gratis layanan bagi penderita HIV dan TBC. Hal itu sesuai Perwa Nomor 49 tahun 2014. Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu takut memeriksakan diri.

“Sudah ada enam puskesmas yang menyediakan layanan khusus bagi penderita HIV. Di Cipayung, Sukmajaya, Pancoranmas, Cinere, Beji, Cimanggis, dan RSUD. Semuanya sudah kami latih dan siap melayani penderita HIV,” kata Agus.

Penderita HIV/AIDS di Kota Depok sejak 2010 hingga 2014 mencapai 375 orang. Sedangkan di 2015 (Januari-Maret) ada 28 penderita HIV. Agus menegaskan, HIV sifatnya Silence tidak menunjukan gejala ke tahap AIDS. Penderita hanya sebatas demam biasa, maka guna mengetahui terjangkit atau tidak harus dilakukan tes darah.

“Sulit dibedakan kalau tidak diperiksa, karena dari HIV ke AIDS jaraknya (terjangkit, red) 10 tahun. Bila sudah terinveksi HIV/AIDS kekebalan tubuh tidak ada, dan mudah diserang penyakit,” tegasnya.

Meski belum ditemukan obatnya, tetapi obat penjinak virus yang harus dikonsumsi seumur hidup sudah ada. Pihaknya mengimbau, masyarakat tidak malu memeriksakan diri ke puskesmas terdekat.

“Pengobatan harus dilakukan sejak dini sebelum terjadi makin parah. Gejala yang ditimbulkan pada lelaki adalah kencing nanah, sedangkan perempuan adalah kista dan keputihan.” (radar depok/kan)

Feeds