Depok Kekurangan Amplop Besar LJUN

KURANG AMPLOP: Perwakilan dari sekolah penyelenggara menyerahkan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) siswa ke panitia sub rayon di SMPN 3 Depok, kemarin.
KURANG AMPLOP: Perwakilan dari sekolah penyelenggara menyerahkan Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) siswa ke panitia sub rayon di SMPN 3 Depok, kemarin.
KURANG AMPLOP: Perwakilan dari sekolah penyelenggara menyerahkan Lembar Jawaban
Ujian Nasional (LJUN) siswa ke panitia sub rayon di SMPN 3 Depok, kemarin.

POJOKSATU.id, DEPOK – Hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional (UN), ternyata tidak berlangsung sesuai dengan rencana.Pasalnya, beberapa SMP yang jadi penyelenggara UN di Kota Depok,kekurangan amplop besar berlabel Ujian Nasional (UN) dari pusat. Amplop besar berguna untuk, mengemas Lembar Jawaban UN (LJUN) yang telah selesai dikerjakan siswa.

Karena setiap sekolah hanya mendapatkan satu amplop besar, padahal satu amplop besar tersebut hanya cukup untuk 240 LJUN. Sementara, banyak SMP yang jumlah siswanya lebih dari itu.Koordinator Pengawas Sekolah Kota Depok, Yanto Sugianto mengatakan, terbatasnya amplop yang disediakan itu, membuat sekolah penyelenggara harus memfotokopi sendiri amplop besar tersebut untuk mengemas LJUN siswa lainnya.

“Satu sekolah hanya diberikan satu amplop besar untuk mengemas LJUN, kekuatan satu amplop maksimal hanya untuk mengemas LJUN siswa di enam ruangan. Bagi sekolah yang memiliki jumlah ruangan lebih dari enam, akan kesulitan dalam pengemasan LJUN siswa,” jelas.

Sementara itu, Penanggungjawab Teknis Pelaksana UN Dinas Pendidikan Kota Depok, Asep Mustopa mengaku, UN jenjang pendidikan SMP di Kota Depok sejauh ini lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya. Karena tidak ada keluhan dari sekolah-sekolah, terkait dengan teknis soal UN.


Karena di tahun sebelumnya materi soal UN mata pelajaran Bahasa Indonesia dan jumlah lembar soal menjadi masalah, sehingga harus dibawa kembali ke provinsi. Untuk sekarang, tidak ada kekurangan lembar soal, bahkan cenderung lebih.

Selain itu, tidak ada masalah juga dalam materi soal, baik itu tentang pertanyaan dan jawabannya ataupun teknis bentuk huruf yang terbaca dengan jelas.“Setiap ruang terdiri dari 20 siswa, namun dalam amplop terdapat 21 lembar soal ujian. Jadi, setiap ruang memiliki satu lembar soal lebih. Soal ini disimpan oleh pihak panitia,” tuturnya. (mg2)