Terminal Depok Diminta Pakai PDAM

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU.id, DEPOK – Tampak berbeda dari biasanya. Kamis (30/4), puluhan warga dan tokoh masyarakat berkumpul di Aula Kantor Kelurahan Depok, Pancoranmas. Mereka menghadiri sosialisasi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang digelar PT Andyka Investa, pengembang dari proyek pembangunan Terminal Terpadu Kota Depok.

Inti dari acara tersebut, pengembang ini memberi gambaran tentang pembangunan terminal, termasuk beberapa bangunan penunjang lainnya. Direktur PT Andyka Investa,Soemarsono Hadi menjelaskan tentang sosialisasi Amdal kepada tujuh RW di Kelurahan Depok yang kemungkinan akan terkena dampak pembangunan tersebut.”Kami mengajak kepada warga untuk duduk bersama membicarakan masalah ini. Aspirasi warga tentunya juga akan kami tampung, agar ketika pembangunan dilakukan tak terjadi masalah,” ujarnya ketika membuka pembicaraan dengan masyarakat.

Sejumlah aspirasi dari masyarakat pun langsung mencul. Salah satunya dari Ketua RT04/12, Haji Shaaman. Dia meminta agar mega proyek itu tidak menganggu aktivitas air masyarakat, dalam hal ini pemakaian air tanah. Pengembang diinstruksikan agar menggunakan pasokan air dari perusahaan daerah air minun (PDAM). ”Jangan menggunakan air tanah dangkal, karena dikhawatirkan akan memberi pengaruh kepada warga,” tegasnya.

Lebih jauh, dia juga berharap agar selama proyek berlangsung, tidak ada penutupan jalan. Ditakutkan jika sampai terjadi, potensi kemacetan di sekitaran terminal akan meninggi.”Pengaturan lalu lintas mesti tepat dilakukan, sehingga aktivitas masyarakat tak terganggu,” papar dia.Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Depok, Endang Sodikin meminta agar warga ikut dilibatkan dalam pembangunan tersebut. ”Warga kami jangan hanya jadi penonton dalam pembangunan tersebut,” jelasnya.


Sebab itu, dia mendorong agar pemerintah yang diwakili lurah dan camat untuk bisa membuat semacam kesepakatan (MoU) dengan pengembang, supaya masyarakat bisa terlibat dalam tiap tahap pembangunan.”Perjanjian mesti dilihat oleh camat atau lurah,” papar dia.Sementara itu, di tempat yang sama, Lurah Depok, Sugino mengucapkan terima kasih kepada PT Andyka Investa yang telah melakukan sosialisasi kepada warganya.

Dia berharap tak ada kendala dalam proses pembangunan terminal kelak. ”Jangan ada lagi kesalahan yang dulu dalam hal pembangunan, maka untuk itu kami mengajak masyarakat untuk duduk bersama dalam sosialisasi amdal pembangunan terminal,” tukas dia.Nilai Proyek Mencapai Sekitar Rp 1 JT Direktur PT Andyka Investa, Soemarsono Hadi menjelaskan, nilai investasi dari optimalisasi terminal ini mencapai tak kurang Rp1 T. Jumlah tersebut berubah dari rencana awal yang hanya sekitar Rp460 miliar. Perubahan ini, menurutnya disebabkan karena adanya redesign.

“Pembebasan tanah seharusnya sudah dilakukan pemerintah sejak 2011. Namun karena adanya beberapa kendala, baru dapat dilaksanakan tahun 2014. Pembangunan gedung yang rencananya empat lantai, berubah menjadi 30 lantai,” terang dia.Hadi menuturkan, dari nilai investasi itu, Pemkot Depok akan mendapat penghasilan sebesar Rp1 miliar tiap tahunnya. Sementara PT Andyka Investa akan meraup untung dari sisi komersial. “Sistem yang dilakukan oleh PT Andyka Investa melakukan penyewaan gedung ke pemkot hingga 30 tahun,” paparnya.

Setelah 30 tahun, Terminal Depok yang sudah terintegrasi dengan Stasiun Kereta Api (KA) Depok, pusat bisnis komersil serta hotel, apartemen dan pusat perbelanjaan termegah se-Asia Tenggara itu akan menjadi milik Pemkot Depok dan dikelola penuh oleh Pemkot Depok.“Kami juga melakukan optimalisasi terminal dan stasiun yang nantinya dapat terintegrasi,” tutupnya.

Terpisah, Tokoh Masyarakat Depok yang turut hadir dalam sosialisasi, Habib Idrus Al Gadri berharap pembangunan ini bisa memberikan sisi positif pada warga, terlebih bagi mereka yang bermukim di sekitaran terminal. “Tidak boleh hanya mencari untung, tapi juga harus memperhatikan kondisi warga,” pungkasnya. (cr1/bry)