SMPN 2 Batal Ujian Online

SOAL SAMPAI: Soal-soal Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMP sudah sampai di SMPN 3 Depok yang menjadi rayon di Kota Depok untuk pendistribusian soal. Hari ini, soal mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah.
SOAL SAMPAI: Soal-soal Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMP sudah sampai di SMPN 3 Depok yang menjadi rayon di Kota Depok untuk pendistribusian soal. Hari ini, soal mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah.
SOAL SAMPAI: Soal-soal Ujian Nasional (UN) untuk jenjang SMP sudah sampai di SMPN 3 Depok yang menjadi rayon di Kota Depok untuk pendistribusian soal. Hari ini, soal mulai didistribusikan ke sekolah-sekolah.

POJOKSATU.id, DEPOK – Dinas Pendidikan Kota Depok memastikan bahwa Ujian Nasional (UN) SMP yang dimulai hari ini, diselenggarakan dengan cara manual alias hanya menggunakan LJK (Lembar Jawaban Komputer). Disdik mengkonfirmasikan bahwa program pilot project UN CBT (Computer Based Test/Ujian Berbasis Komputer) batal digelar.

SMPN 2 Depok, satu-satunya sekolah yang awalnya digadanggadang menghelat UN CBT, tak jadi diikusertakan. “Recana kami awalnya seperti itu. Dari Depok ada satu sekolah yang UN CBT, yaitu SMPN 2.Cuma dari sisi sarana prasarana,ada beberapa yang masih kurang. Makanya tak diverifikasi Kemendikbud (Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,” jelas Kadisdik Kota Depok, Herry Pansila kepada Radar Depok.

Sekalipun demikian, Herry optimis bahwa di gelaran UN tahun depan, SMP di Depok bisa ikut UN CBT. “Kami akan petakan terlebih dahulu seperti apa kondisi di tiap SMP. Terutama menyangkut kesiapan infrastruktur penunjangnya. Mudah-mudahan tahun selanjutnya bisa (UN CBT),” beber Herry.

Seperti diketahui hari ini, sebanyak 25.409 siswa jenjang SMP dan sederajat di Depok, mengikuti UN yang dimulai tanggal 4 hingga 7 Mei mendatang. Rinciannya, 19.817 siswa dari 185 SMP dan 5.592 siswa dari 69 MTs.Untuk soal UN, sejak Jumat lalu ribuan naskah telah di-drop di SMPN 3 Depok yang notabene pusat pendistribusian soal.


Sementara untuk sub rayon (koordinator) ditetapkan tujuh sekolah. Yakni di SMPN 7 Depok, SMPN 3 Depok, SMPN 2 Depok, SMPN 5 Depok, SMPN 13 Depok, SMPN 10 Depok dan MTs Negeri.Ketua Kelompok Kerja Kepala (K3) SMP Kota Depok, Komarudin mengatakan, teknis pembagian soal di hari pelaksanaan UN, tiap sub rayon datang ke SMPN 3 Depok mengambil soal pada pukul 05:00.

Setelah itu, SMP yang menjadi penyelenggara UN, akan mengambil di sub rayonnya masing-masing pada pukul 06:00. Teknis ini, berlangsung setiap harinya selama pelaksanaan UN.“Setelah semua sekolah selesai melaksanakan UN di hari pertama, Lembar Jawaban Ujian Nasional (LJUN) langsung diantarkan pihak sekolah penyelenggara ke rayon (SMPN 3 Depok).

Di rayon, panitia dari sub rayon sudah menunggu untuk menerima LJUN, dan pada hari yang sama LJUN siswa langsung dikirim ke provinsi begitu seterusnnya sampai UN selesai,” jelasnya.Kasi SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok, Rida Fahrudin menambahkan, dengan melibatkan kepolisian dalam penjagaan yang ketat, bertujuan untuk meminimalisasir adanya kebocoran soal UN.

Selain itu, panitia juga diberikan seragam untuk mencegah adanya kecurigaan.“Sekarang ada 20 paket soal. Kalaupun bocor, tidak mungkin soal dan jawabannya sama, karena tiap siswa punya soal yang berbeda. Jadi kemungkinannya sangat kecil untuk soal UN bocor,” jelasnya.(peb/mg2)