GMD Tantang Calon Uji Kelayakan

IKUT BERJUANG: Mahasiswa Gunadarma mendukung adanya Gerakan Muda Depok (GMD) dengan menandatangani spanduk dukungan.
IKUT BERJUANG: Mahasiswa Gunadarma mendukung adanya Gerakan Muda Depok (GMD) dengan menandatangani spanduk dukungan.
IKUT BERJUANG: Mahasiswa Gunadarma mendukung adanya Gerakan Muda Depok (GMD) dengan menandatangani spanduk dukungan.

POJOKSATU.id, DEPOK – Gerakan Muda Depok (GMD) merupakan kolaborasi gerakan komunitas dengan gerakan mahasiswa di Kota Depok, sebagai penegasan diri untuk gerakan moral, penyeimbang, bahkan pemberi masukan untuk pemerintahan kota selanjutnya.

Presidium GMD yang juga Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEF) IT Gunadarma, Felani Galih, mengatakan, sama seperti masyarakat Depok, GMD memiliki harapan besar untuk pemimpin Kota Depok.

Karena itu, GMD menantang para calon untuk mengikuti fit and proper test (uji kelayakan dan kepatutan) dengan mendatangi mahasiswa dan pemuda.“Kami ingin setiap calon walikota datang menemui mahasiswa dan pemuda. Para calon tersebut harus lulus fit and proper test versi mahasiswa dan pemuda Depok,” kata Felani kepada Radar Depok, kemarin.

Dengan kunjungan uji kelayakan dan kepatutan para calon walikota kepada mahasiswa dan pemuda, diharapkan dapat mengantisipasi walikota tersebut merupakan petugas partai.Sampai saat ini, sambung dia, belum ada bakal calon walikota yang mengadvokasi suara pemuda, khususnya di organisasi kemahasiswaan (ormawa) tingkat internal maupun eksternal universitas.


“Banyak dari mereka (ormawa) yang menyatakan mendukung secara moril, walaupun tidak ikut bergabung langsung dengan kami (GMD, red). Begitu pun dengan komunitas yang ada di Depok, kami lakukan hal yang sama. Karena setiap komunitas dan ormawa punya konsentrasi masing-masing di internal mereka,” katanya.

Ke depan, GMD ingin menjadi sebuah organisasi yang independen, mengingat GMD adalah afiliasi dari mahasiswa dan pemuda.Terkait nama-nama bakal calon yang sudah mulai banyak bermunculan, Felani punya pandangan sendiri agar pemilih pemula atau muda dapat obyektif menyalurkan hak suaranya.

“Sebenarnya informasi resmi dari KPU belum rilis. Tapi isu yang beredar banyak dan mereka pede (percaya diri) mengiklankan sebagai calon walikota melalui spanduk.Kami tidak berani berspekulasi bakal calon yang sudah bermunculan, walaupun tahu siapa-siapa saja yang maju. Kami menunggu kabar dari KPU dan calon yang langsung menemui mahasiswa dan pemuda,” kata Felani. (ret)