Polres Telusuri Kasus Tahanan Tewas

BERI KETERANGAN: Kapolres Depok, Kombes Ahmad Subarkah kala memberi keterangan pers kepada awak media soal kasus tewasnya seorang tahanan, di Balaikota Depok,

BERI KETERANGAN: Kapolres Depok, Kombes Ahmad Subarkah kala memberi keterangan pers kepada awak media soal kasus tewasnya seorang tahanan, di Balaikota Depok,

POJOKSATU.id, DEPOK – Kapolres Depok, Kombes Ahmad Subarkah berjanji akan mengusut kasus kematian Nurdin Priatna (27), seorang tahanan Polsekta Sukmajaya. Bahkan, dia siap memberi sanksi kepada anggota jika memang terbukti ada kesalahan prosedur dalam menangani tahanan.

”Tentu akan kami selidiki. Sampai kini, saya masih menunggu hasil otopsinya,” ujar Kapolres kepada Radar Depok saat ditemui di Balaikota Depok, kemarin.Namun saat ini, Kapolres mengatakan, dugaan korban tewas akibat benturan di kepalaakibat terjatuh. Saat itu, anggota polisi bersama korban sedang melakukan pengembangan kasus di sekitar wilayah Cilodong.

Dia dibawa untuk menunjukan lokasi penyimpanan uang senilai Rp65 juta yang ia curi dari SPBU di Pasar Pucung, Cilodong.Nah ketika itulah, korban yang melihat adanya kesempatan akhirnya berupaya melarikan diri. Padahal saat itu tangannya dalam kondisi terborgol. “Dia (korban) jatuh terguling-guling. Kemungkinan Kepalanya membentur benda keras,” tutur Kapolres.

Kapolres juga ingin menegaskan jika korban tewas di rumah sakit, bukan di tahanan.Bahkan, setelah kecelakaan itu korban sempat pula menjalani operasi. ”Keluarganya pun tahu kalau dia dioperasi. Karena memang kami panggil,” terangnya. Lebih jauh, korban juga diketahui pernah memilikiriwayat penyakit di kepalanya.

Ini berdasrakan keterangan dari keluarganya. ”Pokoknya saya masih menunggu hasil otopsi,” terangnya.Sebagai informasi, Nurdin ditangkap pada Rabu (22/4).Dan Jumat (24/4), dia menghembuskan nafas terakhir. Jasadnya saat ini sudah dimakamkan di daerah asalnya, di Kampung Cijambe RT08/04, Desa Sukaresmi, Kecamataan Cisaat, Sukabumi, Sabtu (25/4). (jun)

 

Feeds