Bandarnya Diciduk di Sukmajaya

WASPADA: Polisi menunjukan barang bukti hasil sitaan dari keempat bandar ganja jaringan Aceh-Jakarta, Senin (27/4).
WASPADA: Polisi menunjukan barang bukti hasil sitaan dari keempat bandar ganja jaringan Aceh-Jakarta, Senin (27/4).
WASPADA: Polisi menunjukan barang bukti hasil sitaan dari keempat bandar ganja jaringan Aceh-Jakarta, Senin (27/4).

POJOKSATU.id, DEPOK – Ini wajib jadi perhatian bagi para orang tua dan guru.Terutama dalam mengawasi putra-putrinya dalam berkegiatan sehari-sehari. Akhir pekan kemarin, jajaran Polres Jakarta Selatan menciduk empat sindikat bandar dan pengedar ganja di Kampung Sugu Tamu, Kecamatan Sukmajaya.

Dari tangan mereka,polisi mengamankan 200 kilogram ganja kering. Yang mengkhawatirkan, keempat pelaku ini, C (35), S (30), DKI (35), dan MI (30) membidik siswa SMP sebagai “konsumen” utamanya.Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Surawan mengatakan, penangkapan keempat pelaku ini berawal dari adanya laporan dari lingkungan tempat mereka tinggal. Warga, kata Surawan,melihat sejumlah siswa sekolah menengah pertama (SMP) sering urunan uang untuk membeliganja.

“Masyarakat merasa resah.Sebab, anak-anak SMP di Jakarta Selatan suka membeli ganja dengan cara patungan. Mereka patungan Rp 2 ribu per orang.Kalau sudah terkumpul Rp 10 ribu, mereka beli satu linting untuk dihisap,” ujar dia kepada wartawan, Senin (27/4).Surawan menjelaskan, empat orang pengedar ganja itu telah bertahun-tahun memasok ganja ke kawasan Depok. Tidak hanya itu, para pengedar juga memasarkan ganja ke Jakarta, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah.

Ganja yang mereka jual, papar Surawan, didatangkan langsung dari Aceh. Namun, pihaknya belum mengetahui harga keseluruhan ganja yang berhasil mereka amankan.“Mereka pemain lama, ada yang warga Jakarta, Jabar, sama Aceh. Sudah tiga tahun mengedarkan ganja di Jabodetabek, Jabar, dan Jateng. Tapi baru sekali ini berhasil ditangkap,”kata Surawan sambil memperlihatkan puluhan kantong
ganja yang telah disita polisi.


Surawan menambahkan,setelah diamankan, keempatnya mengaku telah menggeluti profesi tersebut selama 3 tahun.“(Ganja) per kilo dijual Rp 1,3juta. Dari keterangan mereka(tersangka), awalnya ada satu ton ganja. Tetapi 800 kilo sudah laku di pasaran. Jadi sisanya yang kita amankan hanya 200 kilogram,” ungkap Surawan.Dikesempatan itu, Surawanmenjelaskan kalau pihaknya turut menyita 3 mobil milik tersangka yang diduga dibeli dengan hasil penjualan barang haram tersebut.

Ketiga mobil yang diamankan yaitu Daihatsu Xenia, Nissan X-Trail dan Daihatsu Grand Max.Keempat tersangka dijerat Pasal 115 Ayat (2) Sub Pasal 114 Ayat (2) Sub Pasal 111 Ayat (2) juncto 132 Ayat (1) Sub Pasal 131 Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dan dikenakan sanksi hukuman penjara seumur hidup.(jun/ram/**)