Butuh Perhatian

jalan raya pondok Rajeg perbatasan kota depok dengan kabupaten bogor
jalan raya pondok Rajeg perbatasan kota depok dengan kabupaten bogor
jalan raya pondok Rajeg perbatasan kota depok dengan kabupaten bogor

POJOKSATU.id, DEPOK – Sejumlah jalan raya diperbatasan Kota Depok dengan kota lainnya, seperti Bogor, Tangerang Selatan hingga Jakarta patut menjadi perhatian pemerintah. Pasalnya, jalan tersebut paling padat dan banyak dilalui hingga berujung pada terhambatnya aktifitas warga.

Bahkan tak sedikit pula pengendara terjatuh ketika melewati jalan berlubang dan digenangi air.Salah satu warga RW07 Jalan Tanah Baru Beji, Lukman menyebutkan, jalan yang menghubungkan Depok dan Jakarta Selatan telah lama terjadi. Ia menilai, jalan rusak didaerahnya hanya ditambal sulam saja.

“Sudah berlubang sejak lama, kalau hujan jalan di sini becek, bahaya itu buat pengendara. Kalau musim panas malah berdebu,” keluh Lukman kepada Radar Depok.Selain itu lanjut Lukman, jalan berlubang selain jadi keladi kecelakaan hampir setiap hari jalur itu menjadi biang macet.

Senada, warga RW04 Kelurahan Leuwinanggung, Sutarmo mengaku, jalan rusak di wilayah perbatasan dekat tempat tinggalnya sudah beberapa bulan ini rusak. Hal itu sangat mengganggu aktifitas warga yang berkerja di daerah Jakarta.“Padahal jalan ini merupakan akses untuk mempermudah warga ketika bekerja, tetapi malah tidak ada perhatian sama sekali,” ungkapnya.


Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok, Mazhab HM menilai, pemerintah selama ini belum menjadikan lahan perbatasan sebagai prioritas. Padahal jalan di wilayah perbatasan merupakan cerminan Kota Depok.“Banyak warga dari luar Depok menggunakan jalan perbatasan sebagai akses mereka menuju Depok, jangan sampai image Depok jelek karena baru datang disambut jalan rusak,” jelas Mazhab.

Terkait hal ini, ia meminta pemerintah lebih memperhatikan jalan perbatasan agar bisa menjadi cerminan Kota Depok.“Seharusnya ada anggaran pemeliharaan jalan, jadi tidak mungkin bila jalan rusak tidak dapat diperbaiki,” tandasnya.Terpisah, Kabid Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Kota Depok, Hardiman mengatakan, anggaran pemeliharaan jalan telah disiapkan setiap tahunnya. Namun, perbaikan harus melalui mekanisme.

“Ada tiga kategori jalan. Yaitu Jalan Kota, Nasional dan Provinsi, dan bagi jalan yang belum rusak mencapai 30 persen kami tidak dapat merehabilitasi, hanya mampu melakukan pemeliharaan meliputi pengaspalan pada titik yang rusak dan penambalan,” ungkapnya.

Pemkot Depok lanjut Hardiman, telah menganggarkan untuk perbaikan jalan mencapai Rp2 miliar. Tetapi, tahapan perbaikannya terdapat dua mekanisme, itu pula yang menurutnya proses perbaikan menjadi lama.“Perbaikan ada yang melalui penunjukan langsung, ada juga yang melalui proses tender. Bila melalui tender itu paling cepat satu bulan, dan satgas kami di tiap kecamatan telah maksimal melaporkan segala kerusakan,” pungkas Hardiman. (bry)