Rampok Spesialis Rumah Elit Dibekuk

DITANGKAP: Kapolres Depok, Kombes Ahmad Subarkah bersama Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim saat menunjukan GS dan MN, pelaku perampokan yang berhasil ditangkap kepada wartawan, kemarin pagi
DITANGKAP: Kapolres Depok, Kombes Ahmad Subarkah bersama Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim saat menunjukan GS dan MN, pelaku perampokan yang berhasil ditangkap kepada wartawan, kemarin pagi
DITANGKAP: Kapolres Depok, Kombes Ahmad Subarkah bersama Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim
saat menunjukan GS dan MN, pelaku perampokan yang berhasil ditangkap kepada wartawan, kemarin pagi

POJOKSATU.id, DEPOK – GS (52) dan MN (46) tak bisa menyembunyikan wajah lesunya saat menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satuan Reskrim Polresta Depok, Minggu (12/4) malam. Keduanya baru saja ditangkap di rumah kontrakannya, di bilangan Jalan Raya Bogor, tak jauh dari pusat perbelanjaan Ramayana, Cibinong.

Kapolresta Depok, Kombes Ahmad Subarkah mengatakan, mereka merupakan target yang selama ini menjadi bidikan jajarannya. GS dan MN merupakan anggota gembong perampokan yang biasa menyasar rumah elit di kawasan Depok. “Penangkapan mereka berdasarkan hasil penyidikan yang cukup dalam oleh anggota,” ujar Kapolres kepada Radar Depok saat menggelar jumpa pers di Mapolresta Depok, kemarin pagi.

Dikatakan Kapolres, sebetulnya anggota komplotan ini berjumlah delapan orang. Saat ini, enam anggota sisanya masih dalam perburuan. Mereka antara lain, RN (32), ZS (41), FN (44), JS (47), YS (42), dan R (53). Dalam menjalankan aksinya, para pelaku kerap mempersenjatai diri dengan senjata tajam (sajam) dan senjata api (senpi). “Guna memuluskan aksi, mereka juga menyewa kendaraan roda empat setiap beraksi,” paparnya.

Lebih jauh, komplotan ini memang selektif dalam menyasar kediaman korbannya. Intinya satu, rumahnya harus bagus dan terkesan elit. Saat berhasil memasuki rumah sasarannya, pelaku kemudian melumpuhkan korbannya dengan mengikatnya dengan tali rafia. “Sebelumnya, komplotan ini terlebih dahulu menakut-nakuti korbannya dengan senpi,” ucap Kapolres. Mantan Kasat Brimob Polda Sumut ini menuturkan, terakhir kali komplotan ini menjalankan aksi pada toko matrial milik Hartono, di Jalan Radar Auri, RT01/01, Cimanggis, Selasa (23/12/2014) petang.


Ketika itu, mereka mampu mengumpulkan sejumlah barang rampasan, seperti uang Rp11 juta, emas sebesarat 15 gram, komputer jinjing, dua buah ponsel, dan sebuah ipad. “Modusnya, pelaku berpura-pura menjadi pembeli dan langsung menodongkan senpi kepada korban,” ucap Kapolres. Sial bagi pelaku. Kasat Reskrim Polresta Depok, Kompol Agus Salim menambahkan, aksi para pelaku nyatanya terekam kamera CCTV yang ada di toko.

“Ini yang menjadi awal penyidikan,” jelas Agus. Diketahui, pelaku sudah beraksi sebanyak 20 kali sepanjang tahun 2014 sampai 2015. Tidak hanya wilayah Depok, mereka juga mejalankan aksi di sejumlah wilayah lain, seperti Cikarang (dua kali), Karawang (tiga kali), dan Tangerang (empat kali).

Pria yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Pancoranmas ini menuturkan, dari tangan GS dan MN, pihaknya mampu menyita barang bukti, yakni senpi air softgun jenis revolver dengan enam selongsong peluru, dua buah celurit, tiga buah golok, sebuah linggis, sepucuk senpi mainan, sebuah obeng, tiga plat nomor kendaraan, enam utas tali rafia, serta empat unit ponsel. Akibat perbuatannya, pelaku bakal dijerat pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. “Ancaman hukuman diatas 10 tahun penjara,” tandas Agus.

(jun)