Habib Idrus Siap Kerahkan Laskar FPI

Habib Idrus Al Gadri
Habib Idrus Al Gadri
Habib Idrus Al Gadri

POJOKSATU.id, DEPOK – Niatan pentolan Front Pembela Islam (FPI) Kota Depok, Habib Idrus Al Gadri untuk mencalaonkan diri sebagai Walikota Depok di Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2015, nampaknya sudah bulat. Dia siap maju lewat jalur independen, jalur yang selama ini memang menjadi pilihannya Habib Idrus pun mengaku tak gentar maju lewat independen, meski beban syarat dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok cukup berat.

KPU mematok syarat bagi calon independen untuk bisa mengumpulkan setidaknya 6,5 persen KTP penduduk Depok. Itu berarti di kisaran 100 ribu KTP. ”Saya sudah punya niat sejak awal (maju di pemilukada). Insya Allah syarat yang diberikan akan coba saya lakoni,” ujarnya kepada Radar Depok di kediamannya, Kembang Lio, Beji, kemarin.

Dirinya akan berupaya memanfaatkan tenaga dari pasukannya di Laskar FPI, untuk mengumpulkan KTP dukungan bagi dirinya. ”Intinya saya akan mencoba semaksimal mungkin,” papar dia. Ditanya soal program, Habib Idrus mengatakan jika dia tidak memiliki visi yang terlalu muluk. Ia hanya ingin agar ada perbaikan ahlak di Depok. Selama ini, kata dia, pemerintah dianggap hanya memperhatiklan sektor pembangunan fisik, semisal perbaikan jalan, tanpa peka dengan kondisi mental masyarakat.

”Yang pertama, pembangunan mental manusia yang wajib diperhatikan,” paparnya. Dia mengambil contoh yang saat ini tengah marak ialah kasus pelecehan seksual. Bahkan, gaya hidup terlarang ini sudah menjamur hingga di dunia maya, termasuk di sosial media. Sebab itu, jika dia sampai terpilih menjadi orang nomor satu di Depok, dia akan berupaya meminta Pemerintah Pusat untuk segera membredel situs (sosial media) yang dijadikan sarana porno.


”Bahkan saat ini, saya siap saja jika harus sampai merazia warnet di Depok,” paparnya. Idrus juga menilai, seharusnya pemblokiran bisa lebih cepat dilakukan seperti halnya saat pemerintah memberedel sejumlah situs-situs Islam. “Kenapa saat situs Islam, cepat sekali diblokir. Sementara yang jelas-jelas merugikan, justru penanganannya lamban. Saya memiliki data jika Indonesia merupakan pengakses situs porno nomor tiga di dunia,” tandasnya.

(jun)