Kejari Geledah Kantor Dibimasda

DIGELEDAH: Petugas Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok melakukan penggeledahan di kantor Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Depok di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Rabu (15/4). Pemeriksaan terkait dugaan Langsung penggelembungan dana pengadaan lahan seluas 4000 m2 pada tahun anggaran 2013.
DIGELEDAH: Petugas Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok melakukan penggeledahan di kantor Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Depok di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Rabu (15/4). Pemeriksaan terkait dugaan Langsung penggelembungan dana pengadaan lahan seluas 4000 m2 pada tahun anggaran 2013.
DIGELEDAH: Petugas Satuan Khusus Pemberantasan Korupsi Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok melakukan penggeledahan di kantor Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA)
Kota Depok di Jalan Raya Bogor, Cimanggis, Depok, Rabu (15/4).

POJOKSATU.id, DEPOK – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok menemukan sejumlah dokumen penting terkait kasus dugaan mark-up proyek pengadaan lahan oleh Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (Dibimasda) Kota Depok. Dalam penggeledahan di Kantor Dibimasda, Rabu (15/4), penyidik menyita puluhan berkas yang disinyalir berkaitan dengan proyek ini. Penggeledahan dilakukan sejak pukul 10:00 di Ruangan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan serta Bendahara. “Ya, hari ini (kemarin) kami fokuskan di lantai tiga.

Ada beberapa dokumen yang kami bawa berkaitan dengan pengadaan lahan,” ujar Andarias D kepada Radar Depok usai melakukan pengPelaku geledahan. Andarias mengatakan, dokumen yang disita pihaknya akan dijadikan bahan penyelidikan, untuk mengungkap siapa saja yang “bermain” dalam kasus pengadaan lahan untuk gudang penyimpanan bahan material ini. “Kami sejauh ini sudah memeriksa 15 saksi. Untuk penetapan tersangkanya belum. Kami masih menggali keterangan saksi untuk dicocokan.

Baru setelah semua rampung, mulai ke tahap itu (penetapan tersangka),” beber dia. Seperti diketahui sehari sebelumnya, Tim Kejari Depok juga menggeledah Kantor Jasa Penilai Publik Nanang Rahayu dan Rekan di Jalan Hankam Nomor 5, Kelurahan Ragunan, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kantor ini ditunjuk Dibimasda sebagai Tim Appresial (penilai) dalam pengadaan lahan. Kejari mensinyalir ada kongkalikong untuk menggelembungkan anggaran penyediaan lahan yang berlokasi di RT5/3 Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya tersebut. Total lahan yang rencananya dibeli seluas 4.000 meter persegi.

Saat ini, Dibimasda telah membeli lahan di lokasi tersebut seluas 2.871 meter, dengan harga satu meter perseginya Rp2 juta. Padahal, menurut taksiran, lahan dilokasi tersebut hanya dikisaran Rp1,2-1,5 juta per meter persegi. “Taksiran kami Pemkot Depok dirugikan Rp1 miliar. Saat ini telah mengeluarkan anggaran sebesar Rp5,4 miliar untuk lahan seluas 2.871 meter dari rencana 4.000 meter yang bakal dibebaskan secara bertahap,” jelas Andarias. Dikonfirmasi terkait hal ini, Kepala Dibimasda Kota Depok, Yulistiani Mochtar tak memberikan keterangan kepada wartawan. Yulis-sapaannya- yang ketika penggeledahan berada di kantornya, ogah menemui awak media.


Ia memilih untuk tetap di ruangannya. Adapun Radar Depok sebelumnya berhasil mengkonfirmasi Mantan Kepala Dibimasda, Enco Kuryasa. Diketahui bahwa proyek pengadaan ini dilakukan di zaman Enco memimpin. Tepatnya pada 2013. “Saya begitu tahu. Itu (dianggarkan) di ABT (Anggaran Belanjat Tambahan/APBD-P) 2013,” singkat Encho ketika dikonfirmasi. Senada, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dibimasda Kota Depok, Hardiman menjelaskan, lahan tersebut rencananya bakal digunakan untuk menyimpan alat berat dan material yang ada di Binasda. Saat ini lahan tersebut memang belum seluruhnya dibeli Dibimasda dari total 4.000 meter, yang direncanakan. “Tapi sudah dianggarkan. Masih menunggu klarifikasi dari Kejari untuk itu,” pungkasnya.

(cr2/mam)