Pemkab Cirebon Bentuk Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana

Pemkab bersama BPBD kabupaten Cirebon menggelar rapat TRC. effendi

POJOKJABAR.com,CIREBON,- Pemerintah kabupaten (Pemkab) bersama Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon menyikapi serius dalam hal penanggulangan bencana.


Hal itu tertuang dengan adanya rapat koordinasi Tim Reaksi Cepat (TRC) tahun 2022, yang di pimpin langsung oleh Bupati Cirebon, H. Imron. M.ag. Agenda tersebut berlangsung di ruang Nyi Mas Gandasari Kantor Pemkab. Kamis (1/12/2022)

Imron mengatakan, saat ini pengukuhan tim reaksi cepat penanggulangan bencana di kabupaten Cirebon, hal ini dilakukan sebagai upaya jika terjadi bencana.

“Mudah-mudahan tidak terjadi bencana tapi kalau terjadi bencana kami sudah siap untuk bergerak dan siap untuk bisa bekerja menangani bencana itu,”tutur Imron. Saat di konfirmasi beberapa awak media usai kegiatan.


Ia menuturkan, Tim reaksi cepat ini bergerak meliputi segala aspek agar komunikasi bisa berjalan dengan baik.Dan pengalaman di Cianjur menjadi bahan evaluasi.Kemudian masih kata Imron, nantinya akan ada pelatihan, penyediaan sarana,peralatan sampai dengan bantuan.

“Jadi pengalaman-pengalaman kejadian di Cianjur kita evaluasi apabila terjadi, dan mudah-mudahan tidak terjadi, intinya sedia payung sebelum hujan,”ujar Imron.

Sementara itu, Kepala pelaksana (Kalak) BPBD kabupaten Cirebon, Alex Suheriyawan mengatakan, rapat koordinasi TRC berkenaan dengan beberapa hal. Hal pertama menyangkut tentang regulasi TRC itu sendiri.

Karena menurut dia,saat ini kebencanaan itu bukan lagi responsif tapi preventif. TRC yang dahulunya untuk mengantisipasi kebencanaan secara respon langsung.

“Tapi sekarang di awali dengan Prabencana, mitigasi pencegahan, saat bencana ada tanggap darurat, siaga darurat, kemudian pasca bencana rekonstruksi dan rehabilitasi,”ungkapnya.

“Maka semua bidang semua unit tergabung di tim ini, akhirnya ketika para pihak mengambil langkah-langkah ada regulasi yang bisa di jadikan dasar,” jelas Alex.

Di kesempatan itu Alex menyebutkan, ada hal yang perlu disampaikan dalam rapat tersebut,yaitu pihaknya juga melakukan sosialisasi tentang potensi-potensi yang harus di sinkronkan dan program yang harus di integrasikan.

“Kita sudah selesai review kajian resiko bencana (KRB) lima tahun di Oktober tahun ini,dan akan di lanjutkan dengan rencana penanggulangan bencana (RPB) lima tahun ke depan.Jadi harapan besar kami semua pihak rujukan untuk penanggulangan bencana ke satu rencana yaitu RPB,”tutup Alex.

(aef/pojokjabar)