Azis Awaliyan Seniman Muda Cirebon Menghibur IAIN

Sutradara dua monolog Aziz Al Awaliyah. zag

POJOKJABAR.com, CIREBON – Sanggar Seni Teater Geni UKM Institut Agama Islam Cirebon (IAIC) menampilkan sebuah pertunjukan dua monolog dalam satu malam, dirangkaian acara PESTA 29 Teater Awal Cirebon.


Teater Geni UKM IAIC mempersembahkan pertunjukan monolog “Para Penjilat” Karya : Toga Nainggolan dan “Racun Tembakau” Karya Anton Chekov, sutradara Aziz Al Awaliyah, aktor monolog “Para Penjilat” Adhi Wijaya, sedangkan aktor monolog “Racun Tembakau” Aziz Al Awaliyah.

Satu malam dua peristiwa panggung terjadi pada, kamis 17 November 2022, di gedung ICC IAIN Syekh Nurjati Cirebon, pukul 20.30 WIB. Peristiwa panggung monolog terjadi atas dasar keresahan sutradara dari dua peristiwa yang berbeda yakni “para penjilat” dan “racun tembakau”,

Menurut sutradara dua monolog tersebut Aziz Al Awaliyah dalam diskusi pasca pertunjukan peristiwa monolog menyampaikan interpretasinya di forum. 


“Bahwa pada teks monolog para penjilat seseorang dapat berubah karena ada sebab yang membekas dalam hidupnya, seperti yang terjadi pada tokoh Robert Atau Mikel dalam teks monolog para penjilat” ucapnya, Jumat (18/11)

Azis menjelaskan, para penjilat merupakan teks monolog karya Toga Nainggolan, bercerita tentang kehidupan seorang pria yang sudah menikah dan memiliki kekayaan yang melimpah serta memiliki sifat yang ramah.

“Kemudian keramahannya itu berubah menjadi sebuah kesombongan karena dia selalu dimanfaatkan oleh orang-orang yang tak bermoral, yaitu Robert selalu dimintai uang secara terus- menerus, sehingga dia menjadi sombong dan enggan meminta maaf pada siapapun,” ungkapnya

Sementara lanjut Azis, racun tembakau adalah ungkapan satir yang digunakan oleh Anton Chekov, untuk menyampaikan kemuakan seorang suami bernama Ivan, terhadap istrinya yang memiliki sekolah musik dan indekos partikelir.

“Karena istri dari Ivan ini selalu menyuruhnya seperti pembantu, lantaran Ivan tidak mempunyai perkejaan akhirnya bekerja pada sekolah musik istrinya dan mengurusi indekos milik istrinya serta kadang-kadang dia disuruh untuk mengisi ceramah-ceramah yang bersifat ilmiah, padahal dia bukan seorang profesor dan tidak memiliki satu gelarpun,” ujarnya

Hubungan judul racun tembakau dan isi cerita yang kebanyakan menceritakan permasalahan rumah tangga, itu adalah satir. Bahwa merokok itu nikmat, tapi rokok juga dapat mengakibatkan penyakit seperti kanker, paru-paru dan lainnya.

“Sedangkan ketika kita memiliki istri kemudian istri kita kaya raya, tidak bisa dipungkiri bahwa kita sebagai suami juga merasakan nikmat, namun akibatnya adalah istri kadang bersikap semena-mena terhadap suaminya, seperti yang dialami tokoh ivan yang sudah berusia 65 tahun ini,” pungkas sutradara dari dua peristiwa monolog dalam satu malam tersebut.

(zag/pojokjabar)