Hasil Riset : Dana Desa di Tiga Kabupaten Ini Belum Efektif

Seminar nasional dana desa yang di selenggarakan oleh UMC dan PKA DPR RI yang dilaksanakan di Gedung Convention Hall UMC
Seminar nasional dana desa yang di selenggarakan oleh UMC dan PKA DPR RI yang dilaksanakan di Gedung Convention Hall UMC

POJOKJABAR.com, CIREBON – Dana Desa di 3 Kabupaten yakni Cirebon, Kuningan dan Majalengka dilihat dari efektivitas penggunaan yang berdasarkan persepsi masyarakat atas pencapaian tujuan dan pilar good governance dinyatakan belum efektif.


Lebih lanjut hasil riset ini mendapati hasil efektivitas pengelolaan dana desa di Kuningan lebih baik dibanding Cirebon dan Majalengka.

Hal ini disampakan Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) Arif Nurudin, MT dalam sambutan seminar nasional dana desa yang di selenggarakan oleh UMC dan PKA DPR RI yang dilaksanakan di Gedung Convention Hall UMC.

“Riset Dana Desa yang dilakukan oleh UMC bekerjasama dengan Pusat Kajian Anggaran DPR RI (PKA DPR RI) dilaksanakan pada bulan Juli-Agustus 2022. Riset dilaksanakan di 3 Kabupaten yakni Cirebon, Kuningan dan Majalengka,” ujar Arif.


Berdasarkan hasil riset, dikatakan Arif Dana Desa yang dialokasikan untuk infrastruktur dan layanan dasar didapati hasil sanitasi layak harus menjadi perhatian ke depan dan kualitas jalan, jembatan dan irigasi yang dirasakan masyarakat belum begitu inline dengan alokasi dana desa periode 2015-2019 yang mayoritas ke pembangunan fisik.

“Selanjutnya, hasil riset menyatakan bahwa Dana Desa yang dialokasikan pada pemberdayaan masyarakat, di dapati hasil pengembangan kapasitas SDM dan bantuan guna meningkatkan pendapatan masih cukup rendah dan kebermanfaatan BUMDes bagi masyarakat masih kurang memuaskan di Cirebon,” katanya.

Pada aspek kebermanfaatan, Arif juga mengatakan, Dana Desa kemampuan program meningkatkan pendapatan masyarakat masih rendah dan ketergantungan petani terhadap pengepul atau tengkulak masih tinggi.

“Harapan masyarakat Kabupaten Cirebon terkait dengan Dana Desa yakni 20 persen responden berharap adanya dukungan kepada UMKM dan pemberdyaan masyarakat melalui Dana Desa,” jelasnya.

Arif juga menjelaskan ada sekitar 18 persen responden di Kabupaten Cirebon perbaikan bantuan sosial meliputi penyaluran, jumlah dan jenis serta penetapan keluarga penerima manfaat. Harapan serupa juga terjadi pada masyarakat Kabupaten Kuningan, 26 persen responden di Kabupaten Kuningan berharap adanya dukungan kepada UMKM dan pemberdayaan masyarakat melalui Dana Desa dan 16 persen responden di Kabupaten Kuningan berharap adanya perbaikan bantuan sosial meliputi penyaluran, jumlah dan jenis serta penetapan keluarga penerima manfaat.

“Hal ini berbeda dengan Kabupaten Majalengka 20 persen responden berharap adanya dukungan kepada UMKM dan pemberdyaan masyarakat melalui Dana Desa dan 16 persen responden di Kabupaten Majalengka berharap adanya dukungan kepada UMKM dan pemberdyaan masyarakat melalui Dana Desa.

Libatkan Mahasiswa Dalam Membangun Desa

Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Arif Nurudin menegaskan, mahasiswa harus berperan aktif turut serta dalam membangun desa.
Keterlibatan mahasiswa tersebut, jelas Arif, yaitu dari mulai perencanaan, pelaksanaan, hingga pembangunan di desa.

“Peran yang dapat dijalani oleh mahasiswa dalam pembangunan desa meliputi keterlibatan dalam musyawarah rencana pembangunan desa (musrenbangdes), pelaksanaan pembangunan desa, dan pengawasan pembangunan desa,” kata Arif saat membuka seminar nasional Pusat Kajian Anggaran Badan Keahlian Sekretariat Jendral DPR RI bersama UMC di kampus setempat.

Menurut Arif, dengan partisipasi semua pihak, termasuk mahasiswa, maka pelaksanaan pembangunan desa yang salah satunya menggunakan dana desa dapat semakin efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat.

“Tentu dengan partisipasi semua pihak, menjadikan dana desa akan semakin efektif dan memiliki manfaat bagi masyarakat desa,” tandasnya. (Jhn/Pojokjabar)