Ibu Angkat Lakukan Kekerasan Terhadap Anak Dibawah Umur, KPAID Kab Cirebon Jemput Korban

Ketua KPAID Kab Cirebon, Fifi Sofiah. zag

POJOKJABAR.com, CIREBON – Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Ibu angkat terhadap anak berusia 6 tahun, mendapat tanggapan dari Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Cirebon.


Kasus penganiayaan ibu angkat kepada anak tersebut terjadi di Desa Sukadana Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Cirebon.

Didampingi oleh Kuasa Hukum KPAID Qorib, Ketua KPAID Kabupaten Cirebon Fifi Sofiah mengatakan, pada awalnya KPAID mendapatkan laporan dari masyarakat ada anak yang dianiaya oleh ibu anaknya.

“Kita langsung koordinasi dengan aparat untuk mendatangi TKP dan benar ada bukti luka pada tubuh anak tersebut,” katanya, Minggu (18/9/2022).


Dirinya melanjutkan, saat ini kasus tersebut sudah ditangani oleh Polresta Cirebon, dan ibu angkat korban ditetapkan sebagai tersangka.

“Pada saat anak ini ditemukan, anak ini dalam kondisi demam, dan mirisnya ibu kandungnya tidak diketahui keberadaannya sampai saat ini,” lanjutnya.

Fifi memaparkan, berdasarkan keterangan pelaku, ibu kandung anak ini kondisi ingin melahirkan dan ada di puskesmas dan melahirkan dalam kondisi prematur dan dirujuk ke rumah sakit waled.

“Di rumah sakit waled itu ibu kandung korban bertemu seorang bidan yang baik, dan diberikan tempat lah dirumahnya, nah rumah bidan tersebut dekat dengan rumah pelaku,” paparnya.

Ibu kandung korban meminta kerjaan kepada pelaku untuk menjadi asisten rumah tangga di rumah pelaku.

“Akhirnya ibu kandung ini menyerahkan anaknya kepada pelaku untuk di rawat, dan sampai saat ini ibu kandung korban tidak diketahui keberadaannya,” tuturnya.

Pelaku mengasuh korban sejak usia 5 bulan menjelang 6 bulan. Menurut pelaku, ibu kandung korban berada di Gunungkidul Yogyakarta.

“Untuk korban sudah dilakukan visum, dan masih menunggu hasilnya, saat ini anak tersebut ada dalam perlindungan KPAID,” ungkapnya.

Fifi mengungkapkan, dari penglihatan masih ada 8 luka yang masih baru, ada pada bagian kepala, ada di bagian tangan bekas sundutan.

“Selain itu ada juga luka di punggung anak tersebut, dan juga pada mata anak tersebut ada seperti bekas pukulan,” ungkapnya.

Dirinya berharap, bagi masyarakat yang menemukan kasus serupa, harap melaporkan kepada KPAID Kabupaten Cirebon.

“Kita selalu terbuka kepada masyarakat, jika menemukan kasus serupa harap laporkan kepada kami,” tutupnya.

(zag/pojokjabar)