Kronologi Kasus Uang Palsu di Cirebon, Tersangka Pasutri Ditangkap di Pusat Perbelanjaan

Ilustrasi

POJOKJABAR.com, CIREBON– Polres Cirebon Kota melakukan upaya penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus uang palsu di Kota Cirebon.


Kemudian, mengarah kepada tersangka berinisial DM dan US, sepasang suami istri.

“Mereka ditangkap saat berada di pusat perbelanjaan,” kata Kapolres Cirebon Kota, AKBP M. Fahri Siregar dalam ekspos di Mapolres Cirebon Kota.

Diketahui, kata Kapolres, FA merupakan tersangka membeli uang palsu dari DM dan US.


Status DM dan US adalah produsen.

“Tersangka membeli melalui media sosial Facebook. Tersangka membeli uang palsu sebanyak Rp1.640 ribu dengan pembayaran Rp300 ribu,” jelasnya.

Dengan harga yang dibayarkan dan uang yang didapatkan perbandingannya 1 berbanding 5

“FA membeli 31 lembar, pecahan Rp50 ribu, Rp20 ribu dan Rp100 ribu,” tutur Kapolres.

Rupanya, DM dan US mencetak uang palsu di rumah mereka dan saat digeledah ditemukan sebanyak Rp23.555.000.

Dengan rincian uang Rp5 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu, Rp100 ribu.

Sedangkan dari tersangka FA diamankan sisa uang Rp1.220.000.

Kepada tersangka dikenakan pasal 36 ayat 1 juncto ayat 3 UU 7 tahun 2011 dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun.

“Barang bukti yang disita berupa printer, penggaris termasuk kertas. Menggunakan uang asli sebagai master, ditempelkan di kertas HVS dan discan menggunakan printer,” jelasnya.

Pengakuan Pelaku

Menurut pengakuan dari DM dan US mereka sudah 6 bulan mencetak uang palsu dan mendapatkan keuntungan Rp16 juta.

Kasus uang palsu di Kota Cirebon berhasil diungkap Polres Cirebon Kota. Produsennya ternyata pasangan suami istri.

Terungkapnya kasus uang palsu di Kota Cirebon berawal dari laporan di Polsek Kesambi dari korban berinisial IS.

Adapun kasus uang palsu di Kota Cirebon tersebut, dilaporkan korban setelah menerima pembelian dari seorang anak berusia 14 tahun.

“Ada seorang anak usia 14 tahun membeli rokok di warung korban. Setelah dicek oleh korban, uang yang diterima palsu,” kata Kapolres Cirebon Kota, AKBP M. Fahri Siregar, Senin, 27, Juni 2022.

Diungkapkan dia, korban kemudian mencari anak tersebut, dan ditemukan di tempat kerja di sebuah warung bakso.

Kasus ini kemudian dilaporkan kepada Polsek Kesambi dan berkoordinasi dengan Timsus Polres Cirebon Kota.(RC/pojokjabar)