Sejarah Perusahaan Pembuat Pompa Riol Cirebon, Dibeli dari Manchester

Pompa Riol Cirebon
Pompa Riol Cirebon dipasang Pemerintah Hindia Belanda saat mendirikan Gemeente Cirebon./Foto: Istimewa

POJOKJABAR.com, CIREBON– Perusahaan Manufaktur Crossley Brothers Ltd yang kini menjadi museum dekat Old Trafford, kandang Manchester United, saat itu berbasis di Manchester.


Perusahaan ini kerap membuat mesin-mesin serupa pompa Riol.

Kemudian, terdapat juga museum terkait hal itu dan berada di Liverpool Rd, Manchester M3 4FP, Inggris Raya.

Tidak begitu jauh dari kandang klub sepak bola ternama Manchester United.


Keberadaan museum itu, mengeksplorasi peran sains dan inovasi. Juga berisi beragam mesin-mesin dari zaman dahulu.

Begitulah sejarah panjang pompa Riol Cirebon.

Sejarahwan Cirebon, Mustaqim Asteja mengungkapkan, pompa riol Cirebon diproduksi oleh Crossley Brothers Ltd, dari Kota Manchester, Inggris.

Menurut dia, pompa riol tersebut didatangkan pemerintah kolonial saat membentuk Geemente Cirebon pada tahun 1906. Karenanya mesin tua itu, punya nilai sejarah tersendiri.

Keberadaan pompa tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Hindia Belanda membenahi tata ruang kota dan meningkatkan kesehatan masyarakat.

Juga menghindarkan dari penyakit akibat sanitasi yang buruk. Karenanya, diadakanlah pompa riol di 10 titik di Kota Cirebon. Kemudian dilengkapi dengan kolam oksidasi.

Kegiatan tersebut dibarengi dengan penyediaan sarana kebersihan, kamar mandi umum, hingga menangani masalah genangan untuk pencegahan penyakit malaria.

Kali Bacin yang dianggap sebagai salah satu sumber penyakit akibat bau tidak sedap yang menyengat dan membuat lingkungan menjadi kumuh ditutup pada 1917.

Pompa Riol Cirebon dan Pemerintahan Gemeente.

Penutupan dilakukan melalui pengurugan dan area bekas Kali Bacin berubah menjadi jalan, gedung, dan pabrik rokok British-American-Tobacco-Comp.

Saat itu, jaringan transportasi bukan lagi bergantung pada sungai. Pemerintah telah mengembangkan jalan.

Oleh pemerintah Gemeente Cirebon, sungai Kali Bacin yang ada di Jalan Merdeka sampai dengan Jalan Talang dan lanjut ke Jalan Bahagia diuruk.

“Dan di bawahnya dibikin jaringan riol yang bermuara di kawasan yang dikenal sebagai Ade Irma Suryani,” ungkapnya.

Mustaqim melanjutkan, jaringan riol tersebut terhubung dengan tiga buah mesin yang ada di gedung riol.

Gedung riol sendiri berdiri pada 1919 tapi baru aktif beroperasi, lengkap dengan jaringan elektrik dan aki yang modern pada zamannya dilakukan pada 1922.

Jika hujan deras turun dan debit air sungai naik, kata Mustaqim, maka air bisa disedot untuk disalurkan ke laut.

 

Pengolahan Limbah Berasal dari Manchester

Tidak hanya itu, jaringan riol juga mengalirkan air limbah yang ada di kota untuk selanjutnya ditampung di bak tertutup yang ada di sekitar gedung riol. Setelah di-treatment, air limbah baru dibuang ke laut.

“Oleh pemerintah Hindia Belanda, mesin pompa ini beroperasi dengan sangat baik. Namun pada tahun 1930-an, saat terjadi resesi ekonomi, operasional riol agak sedikit terganggu. Sampai ketika era penjajahan Jepang, kondisinya semakin tak diperhatikan,” ucapnya.

Setelah masa penjajahan selesai, operasional mesin pompa riol Ade Irma pun mulai kembali membaik.

Pompa ini mampu menyedot air sampai dengan 1000 meter kubik perjam. Kondisi Kota Cirebon menjadi jauh lebih baik.

Sekitar tahun 1993, pompa tersebut tak lagi beroperasi dengan maksimal. Pada tahun 2001, Wali Kota Cirebon saat itu Lasmana Suriaatmadja mengeluarkan SK Wali Kota No 19 tahun 2001.

SK itu, menetapkan gedung riol di kawasan Pelabuhan Cirebon sebagai cagar budaya di Kota Cirebon yang harus dilindungi.

“Tahun 2013 itu atap bangunanya sudah jebol. Tapi pompanya masih ada,” tuturnya. (RC/pojokjabar)