Tukang Mie Ayam Nekat Rampok Minimarket Lantaran Terlilit Hutang

Kapolres Cirebon Kota AKBP Fahri menunjukan barang bukti. Dede

POJOKJABAR.com, CIREBON – Seorang pedang mie ayam beinisial S, di Cirebon nekat merampok minimarket di jalan Sisingamangaraja Kelurahan Lemahwungkuk, dengan mengunakan senjata tajam jenis clurit.


Pelaku nekat melakukan aksinya lantaran terlilit hutang sebesar Rp70 juta, tanpa pikir panjang lagi, S yang saat itu mengendarai sepeda motor, mendatangi minimarket dan langsung menyandera dua karyawan. S yang sudah gelap mata, memaksa karyawan menyerahkan kunci berangkas yang tersimpan di belakang minimarket.

Kapolres Cirebon Kota AKBP M. Fahri Siregar menjelaskan dari pengakuan pelaku baru pertama kali melakukan aksinya, lantaran terlilit hutang.

“Pelaku S ini nekat melakukan aksinya karena terlilit hutang. Untuk melunasi hutang tersebut, S nekat melakukan pencurian di minimarket,” tuturnya.


Fahri menambahkan, dengan membawa arit, S memaksa karyawan menyerahkan uang tunai dan kunci berangkas. Saat itu, karyawan berjumlah empat, dua karyawan lain dimasukan ke dalam kamar mandi dan dikunci dari luar.

“Karyawan ada empat orang, kemudian ada dua karyawan yang di suruh masuk ke kamar mandi dan di kunci. Selanjutnya satu karyawan di todong dan satu karyawan di suruh buka brankas dan menyerahkan uangnya,” Katanya.

Namun aksi pelaku akhirnya dapat digagalkan, lantaran salah satu karyawan yang berada di kamar mandi, menelpon kawannya yang berada di luar, kemudian bersama warga lainnya menunggu pelaku diluar minimarket.

“Pelaku di tangkap warga saat keluar minimarket oleh warga, karena karyawan yang disekap di kamar mandi menghubungi kawanya yang berada di luar,” ujarnya.

Dari tangan tersangka, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp8.100.000, 6 rokok berbagai merek, 1 bilah celurit, 1 unit sepeda motor milik pelaku yakni Honda PCX nomor polisi E 2368 DC.

“Barang bukti kami amankan. Pelaku kami kenakan Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 9 tahun,” pungkasnya

(dat/pojokjabar)