Tiga PMI di Irak Asal Cirebon Ingin Pulang: KBRI Tidak Merespon

3 PMI asal Cirebon di Irak./Foto: Istimewa

3 PMI asal Cirebon di Irak./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, CIREBON– Sebanyak tiga Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Irak asal Cirebon meminta pemerintah Indonesia segera memulangkan keduanya ke Indonesia.

Yumi Asih binti Suryadi, salah satu PMI itu mengaku diberangkatkan ke Erbil dengan sponsor bernama Nurbaeti.

 

“Pak (Jokowi, red), saya minta pulang. Saya nggak sanggup di sini, pak,” jelasnya, Selasa (14/9/2021).

Akunya, saat melaporkan kondisinya
ia mengaku mendapat tindakan karena dinilai salah karena telah mengambil sesuatu.

Karena ia mengaku tidak mengerti, ia mendapat perlakuan seperti digunduli hingga tangannya ditusuk pakai garpu di tangan.

“Walaupun (majikan, red) sudah tidak seperti itu, masih suka marah-marah,” katanya.

“Saya minta tolong, saya pengen pulang. Saya pengen pulang, pak. Saya minta tolong bantuan Bapak (Jokowi, red),” tandasnya.

Sementara, Munir binti Rasyidul Farid juga mengaku diberangkatkan secara illegal oleh sponsor yang sama dengan Yumi, yakni Nur Baeti.

“Saya dulu dijanjikan kalau kerja di Erbil itu enak, gajinya besar, banyak bonusnya,” jelasnya.

Selain itu ia juga dijanjikan pekerjaan di sana ringan dan ada liburnya.

“Ternyata pas sampai ke sini saya sengsara. Gak ada libur. Boro-boro libur, istirahat aja gak ada,” akunya.

Menurutnya, sang majikan galak dan kerap mendapatkan kerjaan berat.

“Setiap hari majikan marah-marah, galak,” imbuhnya.

Ia memohon agar Presiden Jokowi segera memulangkan dirinya ke Indonesia.

“Saya gak kuat. Kerja capek,” katanya.

Perempuan berhijab ini mengaku kerap alami kekerasan hingga terluka.

“Tolong, ya, Pak (Jokowi, red). Saya ingin pulang ke Indonesia,” tegasnya.

 

Kemudian, Anggi, PMI lainnya asal Cirebon mengaku sudah setahun bekerja di Zahro, Irak.

“Saya mau meminta tolong kepada Bapak Presiden Jokowi, gubernur, bupati agar bisa memulangkan aku dari negara Irak ini,” ungkapnya.

Menurutnya, negara Irak sedang tidak aman, penuh konflik, dan penuh dengan suara bom beserta tembakan.

“Kami pernah mengeluh, para PMI di sini pernah mengeluh pada KBRI, tapi pihak KBRI tidak pernah merespon kami,” bebernya

Selain itu, katanya, pihak KBRI tidak bisa memberikan solusi.

“Bahkan teman-teman para PMI yang sudah berusaha untuk mendapatkan perlindungan dari mereka, dari pihak KBRI, mereka harus kabur,” jelasnya.

Akhirnya, jelasnya, pihak KBRI mengembalikannya kepada pihak agensi.

“Di sini mereka disiksa oleh para agensi,” imbuhnya.

Tambahnya, para PMI akhirnya meminta bantuan kepada lembaga-lembaga di Indonesia dan tak ada hasilnya.

“Mereka pun tak tahu harus bagaimana,” ujarnya.

Ia berpendapat bahwa pihak KBRI Baghdad tidak bisa memberikan perlindungan kepada para PMI.

“Kekerasan orang-orang agensi pun merajalela. Jadi saya pribadi dan para PMI memohon bantuan kepada Pak Jokowi, gubernur hingga bupati agar bisa memulangkan kami, sekian,” tandasnya. (mar/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds