Kisah Pemuda Cirebon Kaji Naskah Kuno Soal Tauhid: Perkuat Iman

Ngaji naskah kuno di Perpustakaan Wangsakerta, Keraton Kanoman, Cirebon./Foto: Istimewa

Ngaji naskah kuno di Perpustakaan Wangsakerta, Keraton Kanoman, Cirebon./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com, CIREBON– Umar Alwi Muhammad, pemuda Cirebon mengaku mengkaji naskah kuno (manuskrip kuno, red) pada momen Ramadan 1442 H ini.

Akunya, naskah kuno asli yang ia kaji bersama tim proyeknya.

“Itu ada di Perpustakaan Wangsakerta, Keraton Kanoman, Cirebon. Penjaganya teman saya di kampus,” ujarnya kepada Pojokjabar.com, Selasa (10/5/2021) malam.

Tambahnya, naskah Jawa kuno itu, khusus naskah keagaaman.

Ngaji naskah kuno

Salah satu naskah kuno tentang tauhid di Perpustakaan Wangsakerta, Keraton Kanoman, Cirebon./Foto: Istimewa

 

“Soalnya naskah kuno bentuknya macam-macam,” imbuhnya.

Katanya, ada keagaaman (tauhid), sejarah, pengobatan, kidung (nyanyian), bahkan ada juga mantra.

“Belajar (tauhid, red), tentang sifat-sifat wajib Gusti Allah yang 20, seperti wujud, qidam, baqo’ dan lain sebagainya),” beber pria yang juga aktif membuat liputan.

Terkait contoh nama naskah, menurutnya, umumnya tidak ada.

“Biasanya naskah kuno tidak disertai judul naskah sama penulisnya,” jelasnya.

Ngaji naskah kuno

Salah satu naskah kuno tentang tauhid di Perpustakaan Wangsakerta, Keraton Kanoman, Cirebon./Foto: Istimewa

 

Tetapi, katanya, hanya catatan-catatan saja dan biasanya juga penulis naskah tidak mencantumkan namanya.

“Itu dilakukan karena tawadhu’,” ujarnya.

Menurutnya, belajar naskah kuno yang terkait ilmu tauhid bisa menguatkan iman.

“Belajar perkuat iman aja,” tandasnya. (mar/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds

resepsi pernikahan kabupaten bekasi dilarang

Uji Coba PTM di Kota Bogor Dihentikan

Terkait penghentian uji coba PTM ini telah meminta Dinas Pendidikan untuk menyampaikan keputusan tersebut kepada sekolah-sekolah yang telah menyelenggarakan uji …