Merujuk dari Inflasi, UMK 2021 Kota Cirebon Justru Naik

Ilustrasi Kenaikan UMK.

Ilustrasi Kenaikan UMK.


POJOKJABAR.id, CIREBON – Setelah melalui negosiasi yang alot, Dewan Pengupahan Kota (DPK) KOta Cirebon akhirnya menyepakati besaran upah minum kota (UMK) di Kota Cirebon tahun 2021.

Rapat DPK yang sempat deadlock menyepakati UMK tahun 2021 untuk Kota Cirebon naik mengikuti kenaikan tingkat inflasi bulan Oktober sebesar 1,44 persen (year to year).

Besaran UMK tahun 2021 untuk Kota Cirebon Rp2.251.448 naik 1,44 persen atau Rp31.960 dari UMK tahun 2020 yang sebesar Rp2.219.487.

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Kota Cirebon Abdullah Syukur melalui Sekretaris Disnaker Eriza mengakui, UMK yang ditetapkan tidak sesuai dengan Surat Edaran Menakertrans yang meminta UMK dan UMP di masa pandemi Covid-19 tidak naik.

“Rapat penetapan UMK tahun 2021 untuk Kota Cirebon yang digelar Kamis kemarin, sempat deadlock,” katanya.

Deadlock terjadi karena Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, bersikukuh UMK naik lebih dari 7 persen, sementara Asosiasi Pengusaha Indonesia meminta penetapan disesuaikan dengan SE Menakertrans yang tidak naik.

Setelah melalui negosiasi yang cukup alot, rapat yang berlangsung sampai Kamis petang akhirnya menyepakati, kenaikan UMK disesuaikan dengan kenaikan inflasi nasional bulan Oktober yang sebesar 1,44 persen.

Meski sedikit naik, Syukur berharap Gubernur Jabar bisa menetapkan UMK tahun 2021 Kota Cirebon.

Sesuai agenda, pengajuan UMK ke Gubernur Jabar, melalui kepala daerah masing-masing, paling lambat 15 November, dan ditetapkan 21 November.

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds