BP2MI Gerebek Penampungan PMI Diduga Ilegal di Cirebon

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri) saat menggerebek penampungan pekerja migran ilegal di Kabupaten Cirebon./Foto: Istimewa

Kepala BP2MI Benny Rhamdani (kiri) saat menggerebek penampungan pekerja migran ilegal di Kabupaten Cirebon./Foto: Istimewa


POJOKJABAR.com– Penampungan pekerja migran Indonesia (PMI) yang diduga ilegal digerebek Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) di tiga rumah di Perumahan Roro Cantik Plumbon, Desa Karangasem dan Perumahan Kejuden, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.

”Penampungan yang kami temukan ini jelas tidak resmi atau ilegal. Sebab, perseorangan tidak boleh melakukan penampungan kepada calon pekerja migran,” kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Sabtu (17/10) malam.

Menurut dia, penggerebekan tersebut dilakukan setelah mendapatkan laporan dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) yang menemukan adanya penampungan ilegal.

Penampungan ilegal tersebut sangat tidak layak dihuni. Sebab, dalam satu rumah yang sempit dan kotor harus ditempati puluhan orang.

”Dari tiga lokasi ada 26 orang yang ditampung dan dijanjikan akan diberangkatkan ke luar negeri,” ujar Benny.

Dari hasil wawancara sementara, kata Benny, pihaknya akan membawa enam orang korban atau calon pekerja migran yang telah lama berada di tempat tersebut. ”Kita bawa enam orang yang sudah dijanjikan satu tahun lamanya akan berangkat ke luar negeri,” terang Benny.

Padahal, mereka yang tinggal tersebut telah mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Bahkan harus membayar kisaran Rp 40 juta sampai Rp 50 juta.

Dalam penggerebekan tersebut puluhan calon pekerja migran ditempatkan di rumah yang sempit dan kotor. Melihat kondisi tersebut Kepala BP2MI juga sempat menitikkan air mata.

Benny mengatakan, penampungan ilegal calon pekerja migran di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang digerebek tidak manusiawi. Sebab, tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah.

Kondisinya sangat memprihatinkan, sangat kotor dan juga bau, diisi lebih dari 10 orang, padahal sangat sempit.

”Penemuan ini akan terus diusut sampai tuntas. Ini tidak layak dan tidak manusiawi. Kami juga prihatin tempat penampungan dalam keadaan yang sangat tidak layak, kotor serta bau,” kata Benny

(jpc/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds