Pandemi Virus Corona Tak Halangi Rapat Virtual Dewan Pembina Seameo Biotrop

Pelakssanaan apat Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP ke-58, Cirebon, Selasa-Rabu (6-7/10/2020)./Foto: Istimewa

Pelakssanaan apat Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP ke-58, Cirebon, Selasa-Rabu (6-7/10/2020)./Foto: Istimewa


POJOKBOGOR.com– Pandemi virus Corona tidak menyurutkan semangat SEAMEO BIOTROP untuk menyelenggarakan Rapat Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP yang ke-58 secara virtual pada Selasa-Rabu (6-7/10/2020) dari Hotel Aston Cirebon, Cirebon, Indonesia.

Menurut Manager Knowledge Management Department Seamo Biotrop, Rima Febrianti mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan Rapat Dewan Pembina pertama yang diselenggarakan secara daring. Tujuan kegiatan ini adalah mengevaluasi kinerja SEAMEO BIOTROP dalam melaksanakan program-programnya.

“Juga untuk memperoleh rekomendasi dari para Dewan Pembina yang berasal dari negara-negara Asia Tenggara untuk penyelenggaraan program-program SEAMEO BIOTROP di tahun yang akan datang,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima Pojokjabar.com, Rabu (7/10/2020).

Dr Evi Mulyani selaku Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyampaikan bahwa Asia Tenggara yang memiliki berbagai macam sumber daya alam.

Seamo Biotrop

Pelakssanaan apat Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP ke-58, Cirebon, Selasa-Rabu (6-7/10/2020)./Foto: Istimewa

 

“Lebih dari 600 juta penduduk memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya saat memberikan sambutan di Rapat Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP ke-58 ini.

Ia berharap agar SEAMEO BIOTROP dan Para Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP dapat bekerja bersama untuk mengatasi isu-isu terkait pengembangan sumber daya manusia di bidang biologi tropika yang muncul akibat pandemik.

Direktur SEAMEO BIOTROP, Dr Irdika Mansur menyambut baik harapan tersebut. Ia menyampaikan bahwa tujuan SEAMEO BIOTROP adalah untuk menjadi Pusat yang terdepan dalam pengembangan sumber daya biologi tropika yang penting di kawasan Asia Tenggara/

“Serta untuk mempromosikan jejaring dan kemitraan regional dalam pengembangan sumber daya manusia melalui penelitian, pelatihan, penyebaran informasi dan kegiatan terkait lainnya,” ujarnya dalam sambutannya.

Sebagai ahli reklamsi tambang, Dr. Irdika Mansur menekankan bahwa dalam kurun waktu 12 tahun, SEAMEO BIOTROP telah bertransformasi dari lembaga penelitian murni menjadi taman pembelajaran masyarakat/

“Dimana ilmu dan teknologi terkait biologi tropika diberikan kepada masyarakat dan sekolah. Banyak kegiatan yang telah diimplementasikan di Indonesia sangat potensial untuk dilakukan di negara Asia Tenggara lainnya,” imbuhnya.

Contohnya, katanya, pelatihan pertanian perkotaan. Tentunya ke depan perlu ada penguatan untuk menjadikan Biotrop menjadi research center terkemuka di Asia Tenggara.

Prof Dr Arif Satria selaku anggota Dewan Pembina dari Indonesia yang dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pembina yang baru juga menyambut baik hal ini.

Sebagai rector IPB University, Prof Arif satria memberikan ramuan pengembangan Biotrop yang perlu memperhatikan intervensi biotechnology, renawable energy, dan social ecology resiliansi.

“Selain tiga program payung yang sudah dikembaaangkan, yaitu konservasi dan restorasi ekositem, dan pemanfaatan keanekaragaman hayati berkelanjutan. Vongvilay Vongkhamsao, anggota Dewan Pembina dari Laos, juga ditunjuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP,” ujar pria yang menggantikan Dr Ith Saveng, anggota Dewan Pembina dari Kamboja.

Kemudian, lanjutnya, memimpin jalannya pembahasan mengenai dua belas working paper dan delapan information paper.

“Termasuk mengenai roadmap penelitian dan program SMARTS-BE,” imbuhnya.

Selain itu, katanya, pada kegiatan ini, dilakukan juga pembahasan mengenai penunjukan Direktur dan Deputi Direktur bidang Administrasi SEAMEO BIOTROP yang baru untuk pergantian di awal tahun 2021.

Turut hadir dalam sesi pembukaan adalah Duta Besar Kamboja, Laos dan Myanmar untuk Indonesia; Perwakilan Kedutaan Besar Malaysia untuk Indonesia; Wali Kota Bogor yang diwakili oleh Kepala Penelitian dan Pengembangan, Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Bogor; anggota Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP; Direktur dan Wakil Direktur SEAMEO Secretariat; Koordinator Tujuh Pusat SEAMEO di Indonesia; Direktur SEAMEO RECFON, QITEP in Science, QITEP in Mathematics, dan SEAMOLEC; serta Deputi Direktur Bidang Administrasi SEAMEO QITEP in Language.

Untuk diketahui, rapat Dewan Pembina SEAMEO BIOTROP ke-58 ini sendiri secara resmi dibuka oleh Dr Evi Mulyani selaku Kepala Biro Kerjasama dan Hubungan Masyarakat, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds