Heboh Jual Beli Tanah Negara di Pesisir Pantai Cirebon, Ini Kata Kades Bandengan

Muhamad Sofyan./Foto: Rmol

Muhamad Sofyan./Foto: Rmol


POJOKJABAR.com. CIREBON– Kepala Desa Bandengan, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Muhamad Sofyan mengonfirmasi terkait polemik tanah negara (TN) seluas 9 hektar yang berlokasi di wilayah pesisir pantai Desa Bandengan, Kecamatan Mundu Kabupaten Cirebon.

Menurutnya, tanah berpolemik tersebut tidak diperjualbelikan pada pihak asing (WNA), Sabtu (3/10) kemarin.

Sofyan demikian akrab disapa, menjelaskan jika lahan yang dipermasalahkan oleh sejumlah pihak tersebut merupakan tanah milik warga yang sudah bersertifikat dan dijualnya pun pada warga negara Indonesia (WNI).

“Tidak benar jika lahan seluas 9 hektar itu tanah negara, melainkan tanah milik warga yang telah dijual pada tahun 2013 lalu pada WNI,” ujarnya.

Sofyan mengklaim mencuatnya lahan 9 hektar ini akibat adanya rencana pemagaran oleh pemilik lahan. Adapun pihaknya hanya memberikan masukan pada pihak pemilik lahan untuk membangun saluran (Drainese) terlebih dahulu, sebagai antisipasi adanya banjir di musim penghujan.

“Kami hanya meminta dibuatkan saluran air sebelum dilakukan pemagaran di atas lahan 9 hektar, karena berpotensi banjir di saat musim hujan,” beber Sofyan.

Sedangkan saat dikonfirmasi pada Kasubsi Pertanahan dari BPN Cabang Cirebon, Eti mengaku belum bisa memberikan keterangan terkait penerbitan sertifikat hak milik (SHM) pada tanah negara (TN).

“Nanti saya tanya dulu ke bagiannya,” demikian disampaikan Eti saat diklarifikasi, Minggu (4/10).

Kades Bandengan Mundu Cirebon, Muhamad Sofyan klarifikasi polemik Tanah Negara (TN) dikuasai Asing

(mar/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds