Tradisi Muludan Kasultanan Kanoman Pastikan Ikuti Rekomendasi Pemerintah

Ratu Mawar Kartina (kanan). Dede

Ratu Mawar Kartina (kanan). Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON – Jelang acara muludan tahun 1442 Hijriah/2020, pihak Kesultanan Kanoman Cirebon memastikan tidak akan mengelar pasar malam serta mendatangkan kerumunan masyarakat.

Hal ini sesuai dengan surat rekomendasi acara muludan tahun 1442 Hijriah/2020 di Kota Cirebon yang dikeluarkan oleh Gugus Tugas Percepatan dan Penganan Covid-19 Kota Cirebon yang ditandatangani langsung oleh Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis

Juru Bicara Kasultanan Kanoman, Ratu Mawar Kartina mengatakan, pihaknya tidak menjamin kesehatan masyarakat apabila tetap memaksakan datang. Karena kegiatan keramaian muludan yang ada di Kasultanan Kanoman selalu di padati masyarakat dari berbagai daerah.

“Kami mengikuti intruksi dari Gugus Tugas Percepatan dan Penganan Covid-19 Kota Cirebon, untuk tidak mengelar pasar malam yang dapat menimbulkan penularaan virus Covid – 19,” tutur Ratu Mawar.

Pihaknya melanjutkan kepada masyarakat untuk sama- sama mengikuti kebijakan Pemkot Cirebon untuk kebaikan masyarakat.

“Saya harap masyarakat dapat memahami situasi pandemi Covid – 19, karena siapa saja dapat tertular,” ujarnya

Meskipun begitu, pihaknya tetap mengadakan ritual tradisi muludan hanya terbatas untuk kalangan kerabat Kasultanan, dan masyarakat tidak di perbolehkan datang, untuk menjaga keselamatan.

“Ini bukan keinginan pihak Keraton Kanoman melainkan keadaan yang memaksa kegiatan kegiatan tersebut ditiadakan, ada beberapa tradisi yang biasanya melibatkan banyak orang akan dikurangi dan terbatas untuk internal keluarga,” pungkasnya

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds