PCNU Kota Cirebon Pertanyakan Kelanjutan Kasus Pencoretan Kata Khilafah

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon Ide Bagus Arif Setiawan. Dede

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon Ide Bagus Arif Setiawan. Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON – Lambatnya proses penanganan kasus pencoretan kata Khilafah PCNU Kota Cirebon, Banser dan Pemuda Muhammadiyah mendatangi Polres Cirebon Kota.

Kedatangan mereka guna mempertanyakan progres penanganan kasus pencoretan kata Khilafah yang dilakukan oleh Pimpinan DPRD Kota Cirebon sebagaimana yang telah dilaporkan beberapa bulan yang lalu.

Ketua Lakpesdam PCNU Kota Cirebon Ide Bagus Arif Setiawan mengaku kecewa karena lambannya penanganan kasus yang dilaporkannya. Pasalnya, Ideologi Khilafah merupakan salah satu ideologi yang berbahaya bagi Bangsa Indonesia.

“Kami sengaja mendatangi Polres Ciko untuk bertanya terkait tindak lanjut dari kasus yang telah kami laporkan. Progresnya sejauh mana dan sampai dimana, itu patut kita pertanyakan,” kata pria yang aktab disapa Ibas.

Ibas melanjutkan, saat mendatangi Polres Ciko, pihaknya ditemui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Cirebon Kota AKP I Putu Asti.

“Tadi kami ditemui oleh Kasat Reskrim, tapi ya begitu jawabannya kurang memuaskan. Katanya dia masih baru disini, jadi masih belum paham soal perkara ini. Tapi beliau mengatakan Reskrim sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak terkait,” tutur Ibas.

Menurut Ibas, Satreskrim juga berencana akan melaksanakan gelar pekara kasus tersebut akan tetapi, gelar perkara ini akan dilakukan di Polda Jawa Barat.

“Katanya sih akan dilakukan gelar perkara, tapi tidak disini Polres Ciko, gelarnya dilakukan di Polda Jabar. Itu juga belum tahu kapan akan dilaksanakan,” tutur Ibas.

Ia menegaskan, PCNU Kota Cirebon akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas. Hal ini menyangkut Ideologi Negara serta demi keamanan negara, maka, kasus pencoretan kata Khilafah tidak bisa dianggap sepele atau hanya menganggap sebagai kasus biasa.

“Kami menekankan kepada Polres Ciko agar secepatnya mengeluarakan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP), itu kan menjadi hak kami sebagai pelapor untuk mengetahui sejauh mana Polisi melakukan penanganan perkara ini,” tegas Ibas.

Sementara ditempat terpisah, Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP I Putu Asti belum memberikan keterangan kepada media terkait perkara ini.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds