Pemprov Jabar Siap Turun Tangan Fasilitasi Polemik Keluarga Kesultanan Cirebon

Keluarga besar Kesultanan Cirebon. Dede

Keluarga besar Kesultanan Cirebon. Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON– PRA Luqman Zulkaedin telah resmi dinobatkan sebagai Sultan Sepuh XV Kesultanan Kasepuhan melalui upacara Jumenengan pada Minggu (30/8).

Namun, polemik di lingkungan keluarga Kesultanan Cirebon hingga saat ini belum surut.

Beberapa dari keluarga Kesultanan Cirebon hingga kini bahkan menyatakan tidak mau mengakui PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV di Keraton Kasepuhan.

 

Perwakilan dari Keluarga Kesultanan Cirebon, Pangeran Tomy Iplaludin Dendabrata mengatakan, Keraton Kasepuhan merupakan peninggalan dari Syekh Syarief Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

 

Oleh karenanya, kata Pangeran Tomy, takhta kesultanan harus dikembalikan kepada yang berhak, yakni keturunan langsung atau trah Syekh Syarief Hidayatullah.

“Karena saudara Luqman Zulkaedin bukan keturunan Syekh Syarief Hidayatullah jadi tidak mempunyai hak dan kewenangan menjadi Sultan Kasepuhan,” ungkapnya, Selasa (1/9).

 

Sebelumnya, seudai menghadiri tahlil 40 hari wafatnya almarhum Sultan Sepuh XIV PRA Arief Natadiningrat yang dilaksanakan setelah Jumenengan PRA Luqman Zulkaedin sebagai Sultan Sepuh XV, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil meminta agar polemik yang terjadi di lingkungan keluarga Kesultanan Cirebon diselesaikan dengan cara bermusyawarah.

“Silahkan diselesaikan dengan cara baik-baik. Gunakan Sila ke 4, Pancasila. Yakni musyawarah untuk mufakat,” terangnya.

Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang Emil itu pun menyampaikan, jika memang tidak didapatkan titik temu, Pemerintah Jawa Barat siap turun tangan untuk memfasilitasi para keluarga kesultanan Cirebon yang sedang berpolemik terkait takhta Kesultanan.

“Itu jalan terakhir, jika kami diminta oleh beberapa pihak dari Kesultanan Cirebon, silahkan. Tapi saat ini kita doakan agar masalah ini bisa diselesaikan dengan cara baik-baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Jawa Barat selama ini sangat melindungi keraton-keraton yang ada dengan berbagai macam kegiatannya.

“Karena kami sangat menghormati masa lalu. Ini adalah kekayaan Jawa Barat. Sebelum Indonesia lahir, Kesultanan Cirebon sudah lebih dulu ada,” pungkasnya.

(rmol/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds