Batik Mega Mendung di Jadikan Karpet Lantai Dianggap Menistakan Karya Seni Budaya Cirebon

Karpet batik mega mendung. Ist

Karpet batik mega mendung. Ist


POJOKJABAR.com, CIREBON – Karpet bermotif batik mega mendung yang menjadi ciri khas Cirebon, dilantai kantor DPRD Kota Cirebon, dianggap menodai karya seni budaya warisan leluhur.

Karpet bermotif batik awan mega mendung berwarna biru ini menjadi alas lantai gedung DPRD Kota Cirebon. Sehingga selalu terinjak – injak orang yang melintas.

Pemerhati Sejarah dan Budayawan Cirebon, Jajat Sudrajat mengatakan bahwa dari tumpukan batu karang di gua Sunyaragi, penembahan Losari terinspirasi membuat motif batik awan mega mendung.

“Motif batik mega mendung mempunyai makna filosofi, mengayomi, mengantungkan cita – cita setinggi langit. Harusnya ada diatas atau dingding, masa di injak-injak,” kata Jajat Kamis (13/8/2020)

Jajat melanjutkan Penembahan Losari merupakan cicit Sunan Gunung Jati, yang telah membuat karya kedua motif batik awan mega mendung setelah karya pertamanya yang fenomenal Kereta Singa Barong.

“Motif batik mega mendung, pertama filosofinya yang sakral dan merupakan salah satu karya besar Panembahan Losari,” ujarnya

Jajat meminta Pemerintah Kota Cirebon untuk segera menganti karpet lantai batik mega mendung, dan tidak menistakan karya seni budaya Cirebon.

“Kantor Presiden aja karpetnya hanya warna merah, tidak mengunakan hasil karya seni, apalagi ini seni dan budaya Cirebon

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds