Konflik Perebutan Tahta Keraton Kasepuhan Keluarga Besar Mertasinga Pilih Netral

keluarga besar Mertasinga gelar musyawarah. Dede

keluarga besar Mertasinga gelar musyawarah. Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON – Dua keturunan Kesultanan Cirebon, saling mengklaim sebagai Sultan, mengantikan Almarhum Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat.

Menyikapi situasi saat ini, keluarga besar Mertasinga yang merupakan keturunan dari Sultan Kasepuhan Ke IV Sultan Raja Amir Sena Muhammad Jaenuddin, langsung mengelar musyawarah untuk menentukan sikap ditengah polemik yang terjadi.

Hasil dari musyawarah, Keluarga Besar Mertasinga yang dikenal dengan Keratuan Singhapura, akhirnya memilih netral tidak berpihak kepada dua kubu yakni PR. Luqman Zulkaedin dengan Raden Raharjo Djali.

“Sebelumnya kami menyayangkan adanya konflik memperebutkan posisi Sultan di Keraton Kasepuhan. Dalam hal ini kami memilih sikap netral,” tutur sesepuh Mertasinga Pangeran Makmur Karta Kusuma.

Pihaknya menjelaskan, sikap netral yang diambil, langsung di deklarasikan di Pendopo Keratuan Singhapura, Desa Mertasinga Kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon, yang dihadiri sesepuh dan para keturunan ataupun keluarga besar Mertasinga.

Meski bersikap netral, bukan berarti keluarga Mertasinga, berdiam diri melihat polemik yang terjadi.

“Tentu kita bersikap atas polemik ini, ya salah satu sikap kami adalah tidak berpihak kepada Luqman atau Rahardjo, tunggu saja waktunya,” ujarnya

Ia juga mengatakan, sikap netral ini berdasarkan dari sejarah Mertasinga sendiri. Dimana Mertasinga terkenal denga kebijakannya, jadi menurutnya langkah inilah yang paling tepat untuk diambil pada saat ini.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds