PT KAI Klaim Tidak Punya Ikatan Kontrak dengan Penguna Lahan

Warga lakukan perlawanan. Dede

Warga lakukan perlawanan. Dede



POJOKJABAR.com, CIREBON
– Warga terus melakukan perlawanan, saat petugas gabungan terus merangsek maju ke lokasi lahan yang di klaim milik PT KAI.

Terjadi saling dorong antara warga dan petugas berompi orange. Sementara petugas kepolisian yang berjaga di lokasi berusaha menenangkan kedua belah pihak, agar tidak terjadi keributan.

Saat bersamaan, perwakilan dari PT KAI meminta perwakilan warga untuk menunjukan surat kepemilikan.

Namun, perwakilan warga belum dapat menunjukan surat kepemilikan lahan, sehingga petugas terus memaksa maju.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 3 Cirebon, Jawa Barat Luqman Arif  mengatakan penertiban yang dilakukan karena penguna lahan tidak memilik ikatan apapun dengan pemilik lahan yakni PT KAI.

“Sejak 2013, penguna lahan sudah tidak memiliki ikatan apapun dengan pemilik lahan, berupa sewa. Jadi kami terpaksa harus mengosongkan lahan, yang saat ini di jadikan tempat usaha,” ujar nya Rabu (29/7/2020)

 

Luqman melanjutkan, sebelum melakukan penertiban, pihak KAI sudah melayangkan surat peringatan pertama sampai ketiga, dan sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menjaga situasi agar tetap terkendali.

“Surat peringatan sudah kami layangkan, dan kami tetap mengambil langkah persuasif agar tidak terjadi kontak fisik, tapi sepertinya ada propokator, biar nanti pihak kepolisian yang menyelidiki pihak – pihak yang tadi sempat memancing keributan,” pungkasnya.

https://www.youtube.com/watch?v=hfOtWSw4yN8

 

(dat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds