Staf Ahli Pemkab Cirebon Blak-blakan: Terjadi Kebocoran PAD

Pendapatan Asli Daerah

Pendapatan Asli Daerah


POJOKJABAR.com, CIREBON– Telah terjadi banyak kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Demikian disinyalir Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Pemkab Cirebon, Abraham Muhamad.

“Saya mendapatkan instruksi dari Bupati untuk meningkatkan PAD Kabupaten Cirebon, setelah melakukan investigasi kebocoran (penguapan) PAD ini terjadi karena semua SKPD tidak transparan (akuntable), “ kata Abraham saat ditemui diruang Kantornya, Selasa (21/7)

Menurut Abraham, penguapan PAD itu dilakukan secara sistematis dan diduga masuk ke kantong-kantong oknum elit pejabat di Pemkab Cirebon.

Salah satu yang disoroti Abraham adalah buruknya kinerja keuangan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Dia menilai baik BUMN maupun BLUD, laporan keuangannya tidak transparan.

“BUMD PDAM ini kok tekor terus dan kenapa PDAM yang swasta untung? Selain itu ada BUMD khusus BPR ini malah dititipkan di BPR swasta, ini kan menyalahi aturan,” ujarnya.

“Ada lagi BUMD yang bergerak di bidang pengadaan barang dan jasa tidak jelas juntrungannya dan tidak disosialisasikan pada umum. Ditambah lagi dengan keberadaan 2 BLUD, RSUD Waled dan RSUD Arjawinangun ini bagaimana mana?“ ungkapnya tanpa menyebut lebih rinci.

Mantan Kadishub ini pun menyinggung soal masalah terkait Corporate Social Responsibility (CSR) yang dikelola oleh Bapelitbangda.

“Banyak perusahaan besar, tapi CSR yang dikelola Bapelitbangda ini tidak transparan, “ sebutnya.

Atas temuan tersebut, Abraham mengaku akan membuat laporan pada Bupati Cirebon. Ke depan, dia berharap DPRD juga bisa melakukan audit pada semua SKPD, BMUD dan BLUD agar ke depannya tidak terjadi penguapan PAD seperti saat ini.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds