Penjualan Menurun, Peternak Jual Sapi Dibawah Harga Standar

Penjualan sapi kurban di KTTS Padusan Desa Kubang menurun. Bima

Penjualan sapi kurban di KTTS Padusan Desa Kubang menurun. Bima


POJOKJABAR.com, CIREBON – Permintaan hewan kurban jelang hari raya idul adha tahun 2020 mengalami penurunan. Hal itu diakui langsung oleh para peternak sapi yang ada di Kabupaten Cirebon.

Supeno salah seorang peternak dari kelompok tani ternak sapi (KTTS) Padusan Desa Kubang Kecamatan Talun mengatakan, penjualan sapi di tahun ini menurun jika dibandingkan tahun 2019 lalu.

Jika tahun lalu KTTS Padusan bisa menjual 200 ekor sapi pada hari raya idul adha, namun tahun ini kelompok tersebut hanya menyediakan 170 ekor sapi.

“Menurun dari tahun kemarin. Tahun kemarin biasa dijual diatas 200 ekor, tahun ini stoknya saja hanya 170 ekor itupun masih belum terjual semua,” kata Supeno saat ditemui Rabu (8/7).

Menurutnya, efek pandemi virus korona bisa jadi salah satu faktor menurunnya penjualan sapi. Selain itu, banyaknya penjual hewan kurban dadakan di pinggir jalan juga diduga jadi salah satu faktornya.

Biasanya, penjualan sapi di KTTS Padusan sudah ramai sejak bulan ramadhan. Namun hingga beberapa pekan jelang idul adha ini, pembeli yang datang ke KTTS Padusan relatif sepi.

“Ramainya dari bulan puasa, namun sekarang menjelang Idul adha sepi tidak ada yang datang. Yang datang hanya orang yang melunasi pembayaran saja,” lanjutnya.

Supeno juga menjelaskan, untuk menghindari kerugian akibat menurunnya penjualan, pihaknya menjual sapi dibawah harga standar.

“Jika biasanya satu ekor sapi dijual seharga Rp 27 juta, sekarang ada yang beli Rp 25 juta kita lepas, dari pada rugi tidak laku,” ungkap Supeno.

Sapi yang dijual di KTTS Padusan sendiri kebanyakan merupakan sapi dengan jenis limosin dan sapi pegon.

Untuk memastikan kondisi sapi sehat, pihak KTTS Padusan menyiagakan dokter hewan dan akan memasang pin khusus yang menandakan sapi dalam kondisi sehat.

(sep/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds