Uji Sahih RUU Keolahragaan Nasional, Dapat Mendorong Kemajuan Olahraga

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon bersama Komite III DPD RI  menyelenggarakan uji sahih. Dede

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon bersama Komite III DPD RI menyelenggarakan uji sahih. Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON – Sebagai tahapan penyusunan RUU Keolahragaan Nasional. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Cirebon bersama Komite III DPD RI menyelenggarakan uji sahih.

Uji sahih RUU Keolahragaan Nasional, menjadi sebagian tolak ukur keberhasilan pembangunan di bidang olahraga, dengan menerima masukan dari mayarakat Kota Cirebon.

Ketua Komite III DPD RI, Bambang Sutrisno menjelaskan, kualitas hidup masyarakat dapat ditentukan melalui pembangunan di bidang olahraga.

“Kulitas hidup sehat meliputi jasmaniah, rohaniah, dan sosial, otomasi pembangunan nasional dapat terwujud masyarakat yang maju, adil, makmur, sejahtera, dan demokratis,” tuturnya.

Bambang menambahkan, kerangka spirit of the nation, dapat diterapkan dalam pembinaan dan pengembangan olahraga.

“Spirit of the nation dapat ditetapkan dalam pembinaan olahraga kepada masyarakat,” tuturnya

Selain itu, dalam pengundangan UU No 3 Tahun 2005 tetang Sistem Keolahragaan Nasional (UU SKN) dianggap belum mampu di jadikan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional lebih maju.

“Kebutuhan manusia terhadap olahraga, sangat tinggi, banyak persoalan yang bersumber dari norma regulasi,” jelasnya

Tidak adanya norma tertulis dalam UU SKN lanjut Bambang, terkait besaran alokasi anggaran bagi olahraga menjadikan pengembangan dan pembinaan olahraga stagnan.

“Sementara bidang olahraga mengharapkan hibah atau bantuan dari pemerintah, akhirnya menjadi pupus,” tuturnya

Pada intinya, Komite III DPD RI dalam penyusunan RUU Keolahragaan ini memasukan norma perihal kewajiban Pemerintah untuk mengalokasikan anggaran minimal 2 persen bagi olahraga serta tidak melarang pejabat publik jadi pengurus organisasi olahraga.

Disaat bersamaan Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis, mengatakan dalam pembahasan RUU, ini pertama kalinya Kota Cirebon di libatkan dan memungkinkan aspirasi masyarakat Kota Cirebon dapat ditampung sebagai materi RUU.

“Banyak aspirasi masyarakat yang tertampung dalam RUU, jelas dapat memperkaya materi untuk mendorong prestasi olahraga Indonesia,” ujarnya

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds