Isu Ditangkap KPK Beredar, Abraham Mohammad Buka Suara

Staf Ahli Bupati Cirebon, Abraham Mohammad. Bima

Staf Ahli Bupati Cirebon, Abraham Mohammad. Bima


POJOKJABAR.com, CIREBON – Mantan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Cirebon yang kini menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Abraham Mohammad santer diisukan ditangkap oleh petugas KPK.

Isu tersebut beredar pasca peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) oleh Tim Saber Pungli Polda Jabar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Rabu 24 Juni kemarin.

Mendengar isu itu, Abraham angkat bicara. Saat ditemui pada Jumat (26/6), Abraham justru menunjukan sebuah surat undangan dari KPK, yang diminta menjadi saksi dalam kasus mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra.

“18 Juni 2020 saya dapat undangan dari KPK terkait kasus TPPU mantan Bupati Cirebon, Sunjaya Purwadisastra. Undangan itu hanya sebatas jual beli tanah dimana kapasitas saya sebagai perantara,” ungkap Abraham.

Abraham mengaku diminta jadi saksi terkait jual beli tanah di Desa Jatianom Kecamatan Susukan seluas 8.375 meter persegi.

“Tanah itu terletak di Desa Jatianom Kecamatan Susukan seluas 8.375 m2. Alhamdulillah untuk lamanya pemeriksaan itu tidak sampai 15 menit karena saya hanya sebagai saksi,” lanjutnya.

Terkait isu dirinya ditangkap KPK, Abraham justru menanyakan motif pihak-pihak yang sengaja menyebarkan informasi hoax tersebut.

“Justru saya bertanya kepada orang yang mengisukan tersebut, jangan maling teriak maling. Saya akan kejar KPK kenapa orang yang terlibat kasus lama masih menduduki posisi strategis di Pemkab Cirebon,” pungkasnya.

(sep/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds