Keluarga Korban Ledakan Bingung Tidak Ada Biaya Pengobatan, PGN Cirebon Tutup Mata

Kondisi korban ledakan gas alam rumah tangga Riko (15). ist

Kondisi korban ledakan gas alam rumah tangga Riko (15). ist


POJOKJABAR.com, CIREBON – Enam hari sudah siswa Kelas IX SMP Muhammadiyah Cirebon, Riko (15) di rawat intensif di RS akibat luka bakar dampak ledakan gas alam rumah tangga pada Senin (17/2/2020) lalu.

Riko, harus terbaring dirumah sakit akibat luka bakar yang dialaminya usai ledakan di rumahnya yang beralamat di Blok Cantilan Desa Kedawung Kecamatan Kedawung Kabupaten Cirebon.

Akibat luka bakar yang serius, tim dokter menyarankan untuk dilakukan operasi pengangkatan kulit yang terbakar. Namun, saran tim dokter membuat keluarga Riko berpikir keras, pasalnya selama ini, pengobatan Riko ditanggung sendiri.

Sementara pihak Perusahan Gas Negara (PGN) Cirebon belum menyatakan bertangungg jawab seluruh biaya pengobatan Riko selama di RS.

Sebelumnya, pihak keluarga yang diwakili Arif mengatakan keluarga sempat ditawari uang sebesar Rp10juta oleh salah satu Vendor pengerjaan jaringan gas di Blok Cantilan Kedawung Kabupaten Cirebon.

“Sempat ditawari uang Rp10 juta dari vendor pengerjaan gas di blok Cantilan, tapi di tolak karena uang segitu tidak menutupi semua kerugian yang dialami keluarga Riko,” paparnya Senin (24/2/2020)

Arif melanjutkan heran dengan adanya penawaran uang tersebut, karena dari pihak PGN Cirebon bersikukuh bahwa ledakan itu berasal dari Septic tank (Bio Gas). Sementara ada pihak yang datang dengan menawarkan uang “perdamaian”.

Atas hal ini, pihak keluarga berencana akan melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian. Dengan menguasakan kasus ini kepada Lembaga Bantuan Hukum yang ada di Kota Cirebon, dirinya berharap kasus ini bisa terbuka dengan terang benderang.

“Supaya kasus ini tidak menjadi kabur, kami putuskan untuk melaporkan dan kami akan menguasakan kepada LBH yang akan kita tunjuk. Dan kami juga akan meminta kepada media, agar terus mengawal kasus ini” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh pihak Kepolisian didampingi dengan pihak Kontraktor yang mengerjakan jaringan gas dan juga pihak PGN melakukan pengecekan jaringan gas diwilayah tersebut.

Namun masih belum ada yang bisa memberikan keterangan terkait apa penyebab ledakan baik pihak kepolisian ataupun pihak lainnya yang dianggap bertanggung jawab atas ledakan itu.

Meski berdasarkan hasil temuan dilapangan terdapat kebocoran pada pipa saluran gas. Sampai dengan saat ini pihak PGN ataupun pelaksana proyek jaringan gas belum ada yang mau berkomentar.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds