Tak Sanggup Bayar Denda Rp150 Ribu, PKL Ini Mendekam di Rutan Kelas 1 Cirebon

ilustasi Denda

ilustasi Denda


POJOKJABAR.com, CIREBON– Lantaran tidak sanggup membayar denda sebesar Rp150 ribu, Sulaiman (49), warga Dukuh Semar, Kota Cirebon, terpaksa mendekam di penjara di Rutan kelas 1 Cirebon.

Sulaiman berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL) itu mengatakan, dirinya dijatuhi hukuman denda Rp 150 ribu Subsider 3 hari kurungan penjara pada sidang putusan pengadilan yang digelar pada 23 Januari 2020.

Sulaiman mengaku, hukuman tersebut ia terima setelah dianggap melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cirebon no 2 tahun 2016 tentang penataan dan pemberdayaan pedagang kaki lima.

“Jangankan untuk membayar denda Rp 150 ribu, untuk makan sehari-hari saja saya bingung. Karena setelah dirazia saya sudah tidak lagi berjualan,” ungkap Sulaiman kepada Kantor Berita RMOLJabar, usai menjalani hukuman penjara 3 hari di Rutan Kelas 1 Cirebon, Kamis (6/2).

Kata Sulaiman, sebelumnya ia terjaring razia yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama beberapa pedagang kaki lima lainnya saat sedang berjualan di sekitar Jalan dr Sudarsono, Kota Cirebon pada 16 Januari 2020 lalu.

Meski mengaku ikhlas menerima hukuman, namun Sulaiman pun menyesalkan tindakan Pemerintah Kota Cirebon yang dinilainya masih tebang pilih dalam menegakkan Perda tersebut.

“Kenapa hanya menyasar ke pedagang kaki lima saja, sedangkan deretan mobil yang banyak terparkir di pinggir jalan tidak ditindak,” tandasnya.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds