Di Hukuman Tiga Hari di Rutan Sulaiman Bebas Hari Ini

Sulaiman (pakai peci) saat bebas dari Rutan. Ist

Sulaiman (pakai peci) saat bebas dari Rutan. Ist


POJOKJABAR.com, CIREBON – Tiga hari sudah, seorang PKL Sulaiman merasakan dinginnya penjara, akhirnya bebas, lantaran tidak mampu membayar denda Rp100, akibat terjaring razia Satpol PP Kota Cirebon.

Kebebasan, Sulaiman dari Rutan Klas 1B Cirebon setelah menjalani hukuman selama 3 hari kurungan, sebagai penganti karena tidak mampu membayar denda Rp100 ribu, karena dianggap melanggar Perda No 2/2016 tentang Kawasan Tertib Lalulintas setelah terjaring razia oleh Satpol PP Kota Cirebon di Jl Sutomo.

Ketua Forum Pedagang Kaki Lima (FPKL) Herlinus Tahar, bersama rekan PKL lainnya, antusias menyambut kebebasan Sulaiman di depan Rutan Klas 1B Cirebon, Jl Sisingamangaraja, Kota Cirebon.

Herlinus menyatakan kekecewaannya terhadap Pemkot Cirebon yang, menjebloskan Sulaiman ke penjara, dengan disamakan sebagai pelaku kriminal dan minta Pemkot Cirebon meninjau ulang lagi penerapan KTL, karena penerapannya timpang. Selama ini yang ditertibkan PKL saja, sedangkan pelanggar KTL lainnya dibiarkan seperti salah satunya parkir liar.

“Pada dasarnya kami FPKL mendukung KTL sepanjang teman-teman PKL diberikan tempat yang layak untuk berdagang. Selama Perda No 2/2016 itu masih berlaku teman-teman PKL selau ditindak pakai perda itu, tapi pasal lainnya tidak diterapkan. Jadi di sini harus adil dalam penegakan Perda,” ujarnya.

Disaat bersamaan, Kepala Rumah Tahanan (Rutan) kelas IB Cirebon, Fonika Afandi menuturkan, kasus pelanggar Perda tidak mesti harus masuk ke dalam rutan. Karena masih bisa dilakukan pembinaan.

“Alangkahnya baiknya pelanggar Perda tidak harus dimasukkan ke dalam rutan cukup pembinaan. Karena ini melanggar Perda cukuplah wajib lapor, atau diberikan sanksi sosial. Pembinaan tidak mesti di dalam rutan. Pembinaan itu akan berhasil jika seluruh elemen masyarakat bersatu. Namun kami sebagai orang yang dititipkan di sini tetap akan melaksanakan itu,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketua PCNU Kota Cirebon, M Yusuf menyayangkan sikap Pemerintah Kota Cirebon yang tega menjebloskan warganya ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1b Pelabuhan, lantaran tidak bisa membayar denda Rp100 ribu.

Kejadian tersebut berawal saat seorang warga bernama Sulaiman (49) asal Dukuh Samar, berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL), sedang berdagang di Jalan Sudarsono saat itu Sulaiman terjaring razia oleh Satpol PP.

Kemudian, Sulaiman mendapat surat tilang dan diadili pengadilan tanggal 23 Januari 2020. Hasilnya, Sulaiman dianggap melanggar aturan dan di vonis denda Rp100 ribu subsider 3 hari kurungan penjara.

(dat/pojokjabar)

Daftar untuk Tonton Launching Motor Honda New PCX Klik Disini
Loading...

loading...

Feeds