Sudah Keropos dan Sering Banjir, Klenteng Hok Keng Tong Akhirnya Direnovasi

Klenteng Hok Keng Tong ./Foto: RC

Klenteng Hok Keng Tong ./Foto: RC


POJOKJABAR.com, CIREBON– Bangunan dan kayu Klenteng Hok Keng Tong (Wihara Dharma Sukha) yang berada di Jalan Pasar Kue Plered Kabupaten Cirebon akhirnya direnovasi lantaran sudah mulai keropos.

Selain itu, rendahnya posisi kelenteng dari ketinggian jalan membuat kelenteng ini sering banjir.

Hal ini yang menjadi pertimbangan pengurus untuk melakukan renovasi. Selain itu, demi memberi kenyamanan pengunjung dan jemaat.

Pengurus Klenteng, Sugianto mengatakan, bahwa ruangan yang direnovasi adalah ruangan altar Dewa Hok Tek Tjeng Sin.

Selama renovasi altar suci dewa rezeki itu, dipindah ke ruangan bagian sebelah kanan kelenteng yang masih berada dalam kompleks.

Bangunan wihara yang merupakan klenteng pertama di tanah Jawa ini, memang sudah tua.

Sehingga terdapat kusen kayu atapnya yang sudah mulai keropos.

Pria yang akrab disapa Ian mengungkapkan, dana renovasi didapat dan dikumpukan dari para donatur yang masih memiliki kepedulian terhadap wihara.

Berdasarkan catatan sejarah, lanjutnya, wihara ini merupakan bangunan wihara pertama yang ada di Pulau Jawa, yakni di Daerah Pemarakan Weru yang didirikan tahun 1940 penanggalan China.

Kemudian, atas dasar perintah pemerintah kolonial Belanda, kelenteng ini kemudian dipindah ke dekat jalan pasar lama yang sekarang terkenal dengan Pasar Kue.

Dikatakan Ian, saat itu etnis Thionghoa dituduh membantu perjuanagan Pangeran Diponegoro.

“Maka kelenteng itu dipindah untuk memudahkan Belanda dalam mengawasi aktivitas kaum Tionghoa di wihara tersebut,” katanya.

Saat perpindahan, bentuk bangunan balok dan sususnannya dipertahankan.

Diperkirakan bangunan tersebut sudah berumur 600 tahun.

(RC/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds