Cegah Tawuran Polres dan Pemkot Lakukan Rapat Koordinasi.

Polres Cirebon Kota bersama Pemkot Cirebon saat rapat koordinasi. Ist

Polres Cirebon Kota bersama Pemkot Cirebon saat rapat koordinasi. Ist


POJOKJABAR.com, CIREBON – Jajaran Polres Cirebon Kota bersama Pemerintah Kota Cirebon, lakukan rapat koordinasi terkait maraknya tawuran pemuda di wilayah hukum Kota Cirebon.

Kapolres Cirebon Kota AKBP Roland Ronaldy mengatakan menyambut baim
inisiatif Pemkot Cirebon, memfasilitasi rapat dalam rangka penyelesaian kejadian tawuran yang sudah masif.

Pasalnya, fenomena yang ada saat ini para pelaku tawuran, dengan mudahnya berkomunikasi menggunakan media sosial khususnya instagram, untuk saling menantang hingga terjadinya tawuran.

“Kejadian tawuran di wilayah hukum Kota Cirebon, sudah masif harus ada penyelesaian agar tidak terjadi tawuran antar pemuda,” tutur Roland Kamis (16/1/2020).

Roland melanjutkan, permasalahan tawuran akan sangat mengganggu dan menghambat kebijakan Walikota, sehingga menyebabkan idiom Kota Cirebon tidak aman.

“Kalau tidak cepat diselesaikan, kejadian tawuran dapat menghambat kebijakan Walikota dalam pembangunan kota,” kata Roland.

Saat ini, lanjut Roland harus komprehensif dalam penanganan tawuran dan butuh strategi bersama serta tidak ada ego sektoral.

Selain itu, tim Cyber Polres Cirebon Kota sudah bekerja maksimal sehingga kegiatan preventif maupun represif bisa berjalan dengan baik, namun terkendala dengan kewenangan.

“Penanganan tawuran dan butuh strategi bersama serta tidak ada ego sektoral, dan tim Cyber Polres Cirebon Kota juga sudah bekerja maksimal, untuk mendeteksi agar tidak tawuran tidak terjadi,” ujar Roland

Disaat bersamaan Pj. Sekda Kota Cirebon Anwar Sanusi menambahkan perlu penyelesaian jangka panjang yang komprehensif dengan menyalurkan ke kegiatan positif.

Otomatis dengan merubah system kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah dengan menggunakan anggaran yang tepat guna.

“Contoh dengan melatif seni, bisa tradisional maupun modern, atau olah raga bela diri,” pungkasnya.

Menurut Anwar, harus dicari akar masalah mengapa pemuda melakukan tawuran sehingga penyelesaiannya tepat guna. Saat ini sudah banyak CCTV, baik pengadaan Pemda maupun kontribusi dari perusahaan atau warga masyarakat, namun sampai saat ini untuk perekam belum bisa.

“SCT harus dilakukan untuk penyelesaian pemuda yang tawuran, Kurikulum yang ada di sekolah sudah bagus, dan juga Kesbangpol sudah terbentuk Tim Deteksi dini dan diharapkan bisa mengantisipasi kejadian tawuran,” katanya.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds