Ketum FSKN Mempertanyakan Asal Muasal Keraton Agung Sejagat

Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon dan juga sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) P.R.A. Arief Natadiningrat. Dede

Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon dan juga sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) P.R.A. Arief Natadiningrat. Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON – Kemunculan dan digelarnya ritual oleh Keraton Agung Sejagad yang berada di Desa Pogung Jurutengah, Kecamatan Bayan, Kabupaten Purworejo menghebohkan warga Purworejo dan juga media sosial.

Sultan Sepuh Keraton Kasepuhan Cirebon dan juga sebagai Ketua Umum Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) P.R.A. Arief Natadiningrat, mengatakan kehadiran Keraton Agung Sejagat sangat tidak jelas silsilah keturunannya. Mereka mengklaim memiliki silsilah keturuanan dari kerajaan Majapahit.

“Sangat tidak jelas garis keturunannya, entah mereka mendapat dari mana informasi garis keturunananya,” tutur Sultan kepada Pojokjabar.com Rabu (15/1/2020).

Sultan melanjutkan seharusnya bila mereka mengaku sebagai kesultanan, harusnya diakui dari lingkungan terdekat. Namun, dari masyarakat sekitar sendiri tidak mengakui keberadaan Keraton Agung Sejagat.

“Dari masyarakat lingkungan sendiri tidak mengakui keberadaan Keraton Agung Sejagat,” tutur Sultan.

 

Selain itu, Sultan juga meminta Kemendagri dan Kemedikbud harus mengumumkan jumlah kasultanan, keraton, istana, puri, kedatuan, kerajaan di NKRI

“Saya sama sekali tidak mengetahui adanya Keraton Agung Sejagad. Saya baru mengetahui sekarang dari media, harusnya Pemerintah pusat mengumumkan keberadaan keraton yang ada di Indonesia,” ujar Sultan.

Menurut Arif, Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) yang dipimpinnya, selama melaksanakan berbagai kegiatan Keraton Nusantara tidak ada yang namanya Keraton Agung Sejagad.

“Pada waktu persiapan Kemerdekaan Indonesia yang tercatat hanya ada sekitar kurang lebih 200 Keraton dan tidak tercatat nama itu, saya jadi heran tiba-tiba muncul,” ungkap Arief Natadiningrat.

Lebih lanjut Sultan menegaskan kemunculan Keraton Agung Sejagad ini merusak citra keraton yang ada sekarang.

(dat/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds