KONI Kabupaten Cirebon Batalkan Porkab 2020 Pasca Konsul dengan Bupati

Ketua Umum KONI Kabupaten Cirebon Hengky Choernia./Foto: Dede

Ketua Umum KONI Kabupaten Cirebon Hengky Choernia./Foto: Dede


POJOKJABAR.com, CIREBON– Rencana gelar kejuaraan multicabang olahraga oleh KONI Kabupaten Cirebon melalui perhelatan Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) 2020 kini resmi batal lantaran dianggap tidak efisien.

KONI memilih fokus pada peningkatan mutu atlet dan pelaksanaan kejuaraan dengan format single event sebagai pengganti Porkab.

Ketua Umum KONI Kabupaten Cirebon, Hengky Choernia mengatakan, Porkab dibatalkan setelah dirinya berkonsultasi dengan Bupati Cirebon, Imron Rosyadi.

“Kami sepakat untuk membatalkan pelaksanaan Porkab yang sebelumnya sudah direncanakan bakal digelar tahun ini,” katanya, kemarin.

Porkab adalah pesta olahraga terbesar di Kabupaten Cirebon. Perhelatan ini terakhir kali digelar pada tahun 2012.

Sebelumnya, Hengky begitu bersemangat ingin membangkitkan lagi multievent olahraga dengan format antar kecamatan tersebut. “Fokus pada peningkatan mutu atlet lebih bijak. Pelaksanaan multievent olahraga terlalu boros,” cetusnya.

Tahun ini, anggaran KONI meningkat hampir dua kali lipat dari tahun lalu. Total mencapai sekitar Rp 3 miliar. Tahun lalu, hanya Rp 1,75 miliar. Peningkatan anggaran, menurut Hengky, masih belum sebanding dengan kebutuhan KONI.

“Lebih dari 30 cabor di bawah naungan KONI. Dan itu menyerap anggaran yang sangat besar,” katanya.

Pria yang juga eks Ketua Umum Pertina Kabupaten Cirebon tersebut mengungkapkan, dengan anggaran yang tersedia saat ini, tidak hanya dana stimulan dan uang saku atlet. KONI juga akan mendorong setiap cabor melaksanakan kejuaraan tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Kejuaraan tingkat provinsi lebih menantang. Sementara penjaringan talenta muda bisa dilakukan secara internal oleh cabor,” tuturnya.

Perubahan rencana yang dilakukan KONI belum disosialisasikan. Menurut Hengky, dalam waktu dekat akan dilaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) untuk menyamakan persepsi dengan seluruh cabor.

“RAT tahun ini cukup penting mengingat pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Porda semakin dekat,” tambah Hengky.

Batalnya Porkab mengecewakan banyak pengurus cabor. Sebab, kemeriahan pesta olahraga antarkecamatan itu dianggap mampu mendongkrak pertumbuhan cabor di daerah.

Salah satu pengurus IPSI Kabupaten Cirebon, Anas Abdul Jamil mengatakan, Porkab 2020 yang sempat digaungkan KONI cukup diharapkan pelaksanaannya. “Andai Porkab betul-betul batal digelar, tentunya kami berharap KONI serius dalam mendorong pelaksanaan single event oleh cabor,” kata Anas.

(RC/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds