Penduduk Miskin Kota Cirebon Menurun, BPS Beberkan Datanya

Ilustrasi.

Ilustrasi.


POJOKJABAR.com, CIREBON– Jumlah pemduduk miskin di Kota Cirebon berkurang sebesar 1,23 ribu orang dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2018 sebesar 28,03 ribu orang (8,88 persen). Hal ini sesuai dengan data yang dirilis Badan Pusat Statistika (BPS) Kota Cirebon.

Terpantaun, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Kota Cirebon, pada bulan Maret 2019 mencapai 26,80 ribu orang (8,41 persen).

Kepala BPS Kota Cirebon, Joni Kasmuri menuturkan, garis kemiskinan Kota Cirebon pada Maret 2019 sebesar Rp444.574,- per kapita per bulan dan pada Maret 2018 sebanyak Rp426.738,-. Selama Periode Maret 2018 hingga Maret 2019 terjadi kenaikanan sebesar Rp17.836,- per kapita per bulan atau naik 4,18 persen.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) Kota Cirebon terjadi kenaikan dari 0,99 pada Maret 2018 menjadi 1,23 pada Maret 2019.

“Hal ini menandakan bahwa rata-rata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan semakin jauh,” tuturnya, kemarin.

Sedangkan untuk Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) Kota Cirebon terjadi kenaikan dari 0,19 pada Maret 2018 menjadi 0,26 pada Maret 2019. Hal ini menandakan bahwa ketimpangan (gap) pengeluaran antara penduduk miskin itu sendiri semakin besar.

Tingkat kemiskinan Kota Cirebon periode Maret 2010-Maret 2019 ini secara relatif mengalami penurunan. Sedangkan secara absolut selama periode Maret 2010-Maret 2019 mengalami penurunan jumlah penduduk miskin dari 35,5 ribu orang pada Maret 2010 menjadi 26,80 ribu orang pada Maret 2019.

Jumlah penduduk miskin di Kota Cirebon pada Maret 2019 sebesar 26,80 ribu orang. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin pada Maret 2018, maka setahun tersebut terjadi penurunan jumlah penduduk miskin sebesar 1,23 ribu orang.

“Persentase kemiskinan di Kota Cirebon turun dari 8,88 persen menjadi 8,41 persen,” jelasnya.

Sementara itu, untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach).

Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan pendekatan ini, dapat dihitung Headcount Index, yaitu persentase penduduk miskin terhadap total penduduk.

“Persentase penduduk miskin terbesar berada di Kabupaten Kuningan sebesar 11,41 persen. Sementara persentase penduduk miskin terendah berada di Kota Cirebon yaitu sebesar 8,41 persen. Dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin berada di Kabupaten Cirebon, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Kota Cirebon,” tukasnya.

(RC/pojokjsbar)

Loading...

loading...

Feeds