Musim Cari Pasangan, Berikut Cara Atasi Teror Laron

DIWADAHI BASKOM: Gerombolan laron mulai bermunculan saat sore dan malam hari untuk mencari cahaya dan kehangatan./Foto: RC

DIWADAHI BASKOM: Gerombolan laron mulai bermunculan saat sore dan malam hari untuk mencari cahaya dan kehangatan./Foto: RC


POJOKJABAR.com, CIREBON– Gerombolan laron mulai bermunculan saat sore dan malam hari untuk mencari cahaya.

Laron mendadak muncul berterbangan di pemukiman warga memasuki musim penghujan.

Ternyata, teror bukan hanya pada ular kobra dan ulat yang kini tengah menjadi pembicaraan cukup hangat belakangan ini, sepanjang musim penghujan tiba.

 

NURVIA PAHLAWANITA, Cirebon

KEPALA Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr Edi Susanto mengatakan, selain mencari tempat hangat, keluarnya laron menuju sumber cahaya tak lain karena melakukan ritual mencari pasangan untuk membentuk koloni baru.

Mereka terbang lambat dengan menggantungkan badan di bawah sayapnya.

Lalu bagaimana mengatasinya? “Mending di bawah lampu diberi air di baskom. Sehingga, sayap dan tubuhnya tidak berterbangan ke mana-mana,” ungkapnya kepada Radar, kemarin.

Menurutnya, jika laron gagal mendapatkan pasangan, maka akan hidup hanya satu malam saja, dan kemudian mati ketika fajar datang.

Bagi laron yang berhasil menggaet pasangan, mereka akan menanggalkan sayap dan berjalan mencari lubang di bawah tanah untuk kawin dan bertelur.

“Laron atau alate hidup antara 1-2 hari setelah keluar dari koloninya, tergantung jenisnya. Setelah dapat pasangan betina (calon queen), maka terus hidup sebagai koloni baru. Dan ketika tidak berhasil, segera mati,” jelasnya.

Adapun laron memiliki nama ilmiah Macrotermes gilvus. Ia masuk dalam jenis rayap dari kasta reproduktif atau dikenal juga dengan sebutan Alate. Koloni rayap mengenal dua kasta lainnya, yakni kasta pekerja dan kasta prajurit.

Pembagian kasta-kasta ini menjadi hal lazim di antara serangga yang hidup berkoloni dan saling bergantung satu sama lain, seperti semut dan lebah.

“Sebetulnya, laron tidak berbahaya. Namun hidup laron berkoloni, bahkan mencapai jumlah ribuan. Dan tentunya membuat rumah menjadi kotor karena sayapnya yang bertaburan di lantai,” katanya.

“Biar aman, lebih baik di bawah cahaya lampu diberi air di baskom. Supaya kebersihan rumah juga terjaga dan tidak mengundang bakteri,” tukasnya.

(RC/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds