DPMD Beri Penjelasan, Jawab Kecemasan Warga Soal Dana Desa

Ilustrasi Anggaran Desa.

Ilustrasi Anggaran Desa.


POJOKJABAR.com, CIREBON– Sebagian masyarakat di Kabupaten Cirebon merasa cemas dan gundah gulana.

Pasalnya, belum cairnya dana desa akan membuat pembangunan di desa menjadi tersendat.

Dikonfirmasi terkait persoalan tersebut, Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Cirebon Nanan Abdul Manan mengklaim pihaknya telah melakukan proses sesuai prosedur.

Mekanisme dinilai sesuai dengan permohonan penyaluran dari desa dan kecamatan yang ada di Kabupaten Cirebon.

“Kalau bicara belum dicairkan, berarti dana desa sudah ada di rekening kas desa,” kata Nanan, Selasa (24/12).

Apabila ada Pemerintah Desa yang belum mencairkan dana tersebut, Nanan berkilah lebih kepada bentuk kehati-hatian Pemerintah Kecamatan masing-masing. Menurutnya, belum adanya Laporan Petanggungjawaban (LPJ) menjadi salah satu alasan belum cairnya dana desa.

“Belum dicairkan bisa saja bentuk pembinaan dan pengawasan dari pihak Pemerintah Kecamatan. Apakah desa-desa tersebut dianggap belum menyelesaikan pertanggungjawaban LPJ penggunaan dana tahap sebelumnya,” ujarnya.

Menurutnya, jika desa-desa tersebut memang tidak dapat mencairkan dana desa tahap 2 dan tahap 3 karena tidak menyelesaikan LPJ, maka dirinya menilai langkah yang dilakukan pihak Pemerintah Kecamatan sudah tepat. Nanan pun mengimbau para kepala desa segera menyelesaikan LPJ tersebut.

“Kami imbau pada para kepala desa agar dalam pengelolaan dasa desa direncanakan penggunaannya dengan melibatkan warga (perencanaan yang partisipatif) dan pelaksanaan anggarannya yang transparan serta tertib administrasi dalam pertanggungjawaban dana desanya,” tegas Nanan.

Di tempat terpisah, salah seorang Plt Kepala Desa Cipeujeuh Kulon Yoyo Sunaryo mengaku beruntung karena desa yang dipimpinnya dapat melakukan pembangunan dan menyerap seluruh dana desa sesuai APBDes 2019. Sebab, banyak desa yang gagal menyerap dana desa karena tidak membuat LPJ untuk penggunaan sebelumnya.

“Kami merupakan sedikit desa yang berhasil melaksanakan pembangunan sesuai APBDes, semua anggaran dalam tahun anggaran 2019 dapat kami serap secara maksimal,” kata Yoyo.

(rmol/pojokjabar)

Loading...

loading...

Feeds